H.Zahdi Taher : Jangan Ada Kepala KUA Yang Takut ke Masjid

H.Zahdi Taher : Jangan Ada Kepala KUA Yang Takut ke Masjid

Bengkulu (Humas) – Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Drs. H. Zahdi Taher., M.Hi berkomitmen akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)  jabatan seorang kepala Kepala Urusan Agama (KUA) yang professional, dan handal. Sehingga tidak ada lagi ditemukan, seorang kepala KUA yang takut menjalankan ibadah ke Masjid karena tidak memiliki kompetensi dasar dalam melayani umat.

‘’ Saya akan pelajari betul posisi jabatan teman-teman kepala KUA, jangan ada kepala KUA takut datang ke Masjid, karena takut dijadikan Imam. Datang sudah terlambat, terkadang datang Jemaah ke Masjid ketika waktu shalat shalat zuhur dan asyar. Mengapa? Karena takut, dijadikan Imam,’’ sindir Zahdi.

Sebagai Kepala KUA yang merupakan ujung tombak pelayan umat di desa dan kecamatan, Zahdi meminta kepala KUA harus memiliki kompetensi dasar yakni bisa menjadi imam, siap dan mampu membaca khutbah serta memimpin doa.

‘’Kalau untuk memandikan jenazah itu hanya tambahan saja. Tetapi kalau Imam, baca khutbah dan baca doa, sudah tidak bisa, mohon maaf siap-siap dan berhitung dari kini,’’ tegas Zahdi.

Begitujuga dengan Kepala Madrasah, juga  diminta harus siap menjadi pemimpin di madrasah yang handal dan professional dalam menjalankan tugas. Karena Kamad merupakan seorang guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala madrasah. Yang harus bisa mengajar, juga harus bisa ngurus adminitrasi sebagai kepala Madrasah.

‘’Saya banyak belajar di IAIN Metro dalam mengolah pendidikan. Saya akui memang ruwet, tetapi saya yakin dan percaya, dengan kompetensi kepala Madrasah miliki saat ini, mudah-mudahan Madrasah kita akan menjadi lebih baik,’’ ujar Zahdi.

Karenanya sebagai Kakanwil Kemenag Bengkulu yang baru, Zahdi berkomitmen akan menempatkan dan melakukan posisi jabatan dengan professional, yakni dengan menempatkan sesuai dengan kompetensinya. Bahkan dalam penempatan pun, sesuai dengan arahan Itjen Kemenag RI, dirinya akan mengandeng Konsultan independen untuk mengkaji kompetensinya masing-masing.

‘’Langkah ini seperti yang dilakukan oleh Menag RI dalam merekrut pejabat dilingkungan Kemenag RI. Insyallah kita akan lakukan itu akan kita coba laksanakan terapkan, tentu melalui prosedur yang jelas sehingga pelaksanaan dalam kegiatan mutasi dan rotasi lebih professional,’’ demikian Zahdi.(Tatang) 

Bagikan :