Sipuan : Pelaksanaan Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban Harus Sesuai Dengan SE

Sipuan : Pelaksanaan Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban Harus Sesuai Dengan SE

Bengkulu Tengah (Inmas) Sesuai Surat Edaran Menteri Agama Rebublik Indonesia nomor 18 tahun 2020 tentang penyelenggaraan shalat idul adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 / 2020 M menuju masyarakat produktif dan aman covid-19.Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bengkulu Tengah H. Sipuan, S. Ag.,MM meminta kepada masyarakat Kab. Bengkulu Tengah untuk berhati-hati dalam melaksanakan ibadah kurban. Hal ini seiring masih berlangsungnya pandemi Covid19. hal ini dikatakan diruang kerjanya,Kamis(02/7) menindak lanjuti SE dan menjelang Hari Raya Idul Adha dan Kurban.

Dalam kesempatan itu Sipuan mengatakan, bahwa dalam SE ini disebutkan imbauan pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban pada masa Tatanan Kenormalan Baru (New Normal). Tempat penyelenggaraan kegiatan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-l9 oleh Pemerintah Daerah/ Gugus Tugas Daerah.

Lebih lanjut Sipuan mengatakan, bahwa di SE tersebut ada sejumlah syarat bagi lokasi penyelenggara salat Idul Adha, antara lain menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di lokasi, melakukan pembersihan dan disinfeksidi lokasi, membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk, menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand sanitizer, menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jamaah dengan suhu di atas 37,5'C tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan.

Adapun pembatasan jarak tetap harus diperhatikan. “Salat dilaksanakan sesingkat mungkin tanpa mengurangi syarat dan rukunnya serta. Jemaah juga harus sehat, membawa sajadah sendiri, dan memakai masker,” ujar Sipuan.

Dan adapun ketentuan penyembelihan hewan kurban. Persyaratannya yaitu, penerapan jaga jarak fisik (physical distancing). Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik. Sementara penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan. “Hanya panitia dan pihak yang berkurban yang boleh hadir,” ungkap Sipuan.

Ketentuan lainnya, pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging. Adapun pendistribusian daging hewan kurban hendaknya dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

Dan Sipuan mengatakan, panitia harus dicek suhu tubuhnya terlebih dahulu. Panitia penyembelih harus memakai masker dan menjaga jarak, dan disarankan tidak menyentuh mata, hidung, mulut dan telinga, serta mencuci tangan dengan sabun.

“Yang penting diperhatikan juga, panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah.  Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga. Tutup Sipuan (Mus)

Bagikan :