Tingkatkan Pemahaman Agama, Siswa/I MIN 5 Mukomuko Laksanakan Ekstra Sholat Jenazah

Tingkatkan Pemahaman Agama, Siswa/I MIN 5 Mukomuko Laksanakan Ekstra Sholat Jenazah

Mukomuko (Inmas)- MIN 5 Mukomuko melaksanakan ekstrakurikuler kerohanian yakni shalat jenazah, untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap tata cara shalat jenazah. Sabtu (7/20).

Kegiatan Ekstrakurikuler tersebut dibimbing oleh guru agama, Nengsih. Penerapan metode contextual teaching, yaitu pembelajaran menarik yang langsung dibarengi dengan praktik sehingga siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Nengsih menuturkan bahwa Hafalan dan praktik shalat jenazah dilaksanakan rutin setiap hari Sabtu. Sebelum memulai kegiatan beliau menyampaikan materi tentang pentingnya pengetahuan mengenai shalat jenazah.

“Pengetahuan tentang shalat jenazah sangat penting ditanamkan sejak dini pada siswa, mengingat hukumnya yang fardhu kifayah, walau terlihat sepele tapi sangat urgent karna pelaksanaannya harus baik dan benar sesuai dengan syariat,” ujarnya.

Tidak hanya agar selalu ingat dengan kematian, kegiatan ini juga mengajarkan tentang kepedulian antar sesama umat muslim, kepedulian untuk mengurus jenazah yang telah wafat. Mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyalati dan menguburkan. Tentunya hal tersebut harus dilakukan sesuai prosedur yang berpedoman dengan syariat Islam.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan diluar jam pelajaran yang berfungsi untuk membantu mengembangkan potensi siswa. Ekstra shalat jenazah salah satu kegiatan ekstra bertujuan mengembangkan pemahaman siswa mengenai pendidikan agama Islam, terkhusus mengenai shalat jenazah, dengan harapan menjadi bekal untuk siswa mampu melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim dengan baik.

Kepala MIN 5 Mukomuko, Jasman, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler shalat jenazah sangat mendukung karna memberikan pemahaman dan wawasan agama, selaras dengan payung kita dibawah naungan Kementrian Agama.

Beliau menambahkan “pengetahuan agama begitu penting disandingkan dengan pengetahuan umum, perlu ditanamkan sejak dini kepada siswa sehingga dapat diingat sampai kelak dewasa,” ungkapnya. (susanti oktavia)

Bagikan :