Dewan Guru MIM 10 RL Peringati Hari RA Kartini Dengan Perlombaan Baca Puisi

Dewan Guru MIM 10 RL Peringati Hari RA Kartini Dengan Perlombaan  Baca Puisi

Rejang Lebong (Inmas) --- Dewan guru  dan siswa/siswi MIM 10 RL Memperingati hari  RA Kartini dengan berbagai perlombaan,diantaranya lomba baca Puisi dan lomba tarian daerah bagi siswa. Kegiatan perlombaan puisi ini diikuti oleh 10 orang guru MIM 10 RL dan sebanyak tiga puluh orang  siswa/i lomaba tari daerah di lapangan,waktu pelaksanaan perlombaan dimulai pukul 10 Wib sampai dengan pukul 12.00 Wib hari Sabtu,21 April 2018. Adapun judul dari pwisi yang dibacakan adalah Putri Kesatria,Surat Untuk MU di Masa Lalu,dan Puisi Untuk Ibu Kartini.                                                                                                                               

Masing-masing peserta boleh memilih diantara 3 judul pwisi yang telah di tetapkan oleh dewan Juri,yang bertindak sebagai juri membaca puisi adalah bapak Burhan Fajri,S.Pd.I selaku Kepala MIM 10 RL dan bapak Jumadi,S.Pd.I selaku guru/ wali kelas 5,sedangkan sebagai juri perlombaan tari daerah  oleh ibu Asmarawati,S.Pd.I. dan ibu Marini,S.Pd.I.

Tujuan dari perlombaan baca Puisi dan tari daerah ini adalah dalam rangka memperingati hari RA Kartini  untuk memberikan insfirasi bagi dewan guru dan siswa-siswi  MIM 10 RL khususnya bahwa betapa besar pengorbanan dan perjuangan ibu RA Kartini mengangkat derajat Kaum wanita  atau dikenal pergerakan Emansipasi wanita yang setara dengan kaum laki-laki ,menyadarkan  dan memberikan pendidikan  serta semangat kaum wanita pada saat penjajahan Belanda.                                    

Dalam arti bahwa kaum wanita itu tidak hanya sebagai seorang wanita yang hanya tinggal di rumah saja yang  bisanya cuci pakaian,ngurus rumah tangga dan tidak bisa apa-apa akan tetapi wanita  yang dituntut dan diajarkan oleh RA Kartini  seperti zaman sekarang harus pintar mempunyai karir yang tinggi sama denagan  kaum laki-laki,disamping sebagai ibu rumah tangga kaum waniata bisa menjadi  seorang pemimpin dan pejabat,misalnya jadi kepala sekolah,anggota DPR,jadi Presiden,jadi kepala desa,jadi Mentri   dan lain-lain.                                                                                                                               

Asalkan wanita itu tidak boleh menyalahkan kudradnya sebagai seorang wanita  yang tunduk dan patuh kepada laki-laki sebagai suaminya,karena setinggi-tinggi apapun jabatan seorang wanita ia harus tetap tunduk kepada suaminya sebagai kepala rumah tangga.Sebagaimana firman Allah yang artinya”laki-laki itu adalah pemimpin  bagi kaum wanita.”

Muda-mudahan kegiatan perlombaan baca Puisi  dan lomba tari  daerah  dalam rangka memperingati hari RA Kartini pada hari ini dapat dijadikan sebagai insfirasi yang positif bagi dewan guru dan siswa MIM 10 Karang Anyar Curup Rejang Lebong  khususnya untuk melangkah ke arah yang lebih maju lagi pada masa-masa yang akan datang. (Jumadi)

Bagikan :