Pentas PAI Kabupaten Lebong Meriah

Pentas PAI Kabupaten Lebong Meriah

Bengkulu (Informasi dan Humas), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong melalui Bidang Pendidikan Agama Islam menyelenggarakan Kompetisi Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) SD, SMP, SMA/SMK tingkat Kabupaten Lebong Lebong selama dua hari (13-14/03) di Masjid Agung Sultan Abdulah , Senin (13/03/17)

Dalam laporan ketua panitia, Abdul Malik S. Ag mengatakan bahwa pentas PAI merupakan wahana kompetisi siswa umum dalam hal keterampilan dan seni Pendidikan Agama Islam.

Cabang yang diperlombakan 8 cabang, yakni MTQ untuk SD, SMP, SMA/SMK, MHQ untuk SD dan SMP, Kaligrafi untuk SMP. LCC PAI untuk SD, SMP, Debat PAI untuk SMA/SMK, Kreasi busana untuk SMA/SMK., Nasyid untuk SMA/SMK dan LPP PAI untuk SD, SMP dan SMA.

Perlombaan dilaksanakan dengan memakai tiga lokasi Masjid Agung, Aula Kantor Kemenag dan SDN 02 Taba Atas yang diikuti 300 peserta dari masing-masing sekolah umum.

“Pentas PAI adalah bagian dari ekstrakulikuler PAI di SD, SMP, maupun SMA/SMK yang dapat meningkatkan ketakwaan, keimanan dan akhlak mulia. Bagi siswa yang berprestasi akan mengikuti Pentas PAI tingkat Provinsi Bengkulu bulan April Mendatang” ujar Kasi Pendis Kemenag Lebong.

Sementara itu dalam arahannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong Drs. H. Tasri MA menyambut baik kegiatan Pentas PAI ini sebagai ajang silaturahmi antar sekolah umum  SD, SMP, maupun SMA/SMK serta minat dan bakat dalam memacu menghilangkan buta huruf baca tulis Al Quran.

Ia berharap dengan dilaksanakannya pentas PAI ini semua siwa termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dalam hal Keterampilan dan Pendidikan Agama Islam sehingga bisa meraih prestasi di tingkat provinsi dan nasional.

“Kita akui setiap kali perlombaan ada kalanya suatu daerah tidak memiliki peserta sehingga mengakibatkan harus meminjam peserta dari luar daerah, jadi jika menjadi juara sesungguhnya daerah tersebut tidak memiliki prestasi apapun. Tidak adanya peserta yang bisa diandalkan dalam perlombaan ini karena kesalahan semua pihak baik orang tua yang kurang memotivasi untuk supaya anaknya belajar, guru atau ustad yang lalai menyampaikan ilmunya, serta kurangnya minat anak untuk mempelajari ilmu atau keterampilan tertentu” ujar Ka. Kemenag Lebong

Diakhir arahannya ia menghimbau kepada dewan hakim untuk sportif dalam penilaian, jangan meninggikan nilai yang tidak sesuai karena hal itu sudah jelas-jelas tidaklah adil. (Bibin)

Redaktur : H. Rolly Gunawan

Bagikan :