KUA Sindang Kelingi Sampaikan Ceramah Isra Miraj

KUA Sindang Kelingi Sampaikan Ceramah Isra Miraj

Bengkulu (Informasi dan Humas) 4/6- Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sindang Kelingi penuhi undangan untuk memberikan pencerahan rohani pada masyarakat di desa Tanjung Aur Kecamatan Sindang Kelingi, belum lama ini.

Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW, dan kepala KUA Kecamatan Sindang Kelingi Samijan, S.Ag, M HI dimintra sebagai penceramah di wilayah desa tersebut.

Acara peringatan Isra’ Mi’raj ini dihadiri oleh perangkat Agama, Kepala Desa dan masyarakat desa tanjung Aur serta anak anak TPQ yang ada di Desa sekitar. Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini berlangsung dengan meriah.

Sebelum acara dimulai diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan beberapa kata sambutan pemerintah setempat dan imam desa M. Nasir selaku ketua panitia penyelenggar.

Dalam uraian Tausiyahnya Kepala KUA Kecamatan Sindang Kelingi Samijan, S.Ag, M HI menyampaikan rahasia di balik perjalanan Isra’ Mi’raj dan belajar banyak dari tahun kesedihan untuk di emplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa besar yang merupakan rahasia Allah kepada seorang hamba-Nya yang mau beriman kepada Allah dan bertaqwa dijalan-Nya. Yakni untuk mencapai kondisi “tauhid yang prima”. Ketauhidan dimana hanya Allâh yang menjadi tempat menyembah, meminta dan menyandarkan segala sesuatumya tanpa ada pamrih sedikitpun melalui Shalat lima waktu.

Sedangkan dalam tahun kesedihan banyak ibrah (pelajaran) yang dapat kita ambil diataranya : a) Allah SWT hendak menguji sejauh mana keimanan Nabi Muhammad SAW dengan mencabut nyawa dua orang yang dicintainya dan Nabi Muhammad SAW lulus menghadapi ujian tersebut sebagai teladan umat Islam sudah semestinya keimanan kita tetap terjaga ketika dihadapkan ujian yang serupa. b) Kalau saja Abu Thalib tidak dicabut nyawanya pada saat itu, maka kaum kafir Quraisy akan mengira bahwa Islam bukan ajaran agama yang suci karena ada peran aktif Abu Thalib yang cukup disegani oleh masyarakat saat itu dan Abu Thalib sendiri belum memeluk agama Islam. c) Umat Islam harus yakin dan percaya bahwa pertolongan dan kasih sayang Allah SWT itu kekal adanya. d) Komitmen Rasulullah SAW terhadap perjuangan dakwah. e) Perlunya memahami hakikat kematian karena secerdas-cerdasnya manusia adalah manusia yang mengingat mati. f) Tidak menggantungkan diri kepada makhluk selain-Nya. g) Manusia itu harus optimis, percaya diri dan mandiri.

Diakhir acara ditutup dengan do’a yang disampaikan oleh Bapak H. Zurlani sesepuh desa Tanjung Aur kecamatan Sindang Kelingi.

Penulis : Samijan/C **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :