Sembilan Satker di Bengkulu, Siap Jadi Pilot Project Implementasi ZI

Sembilan Satker di Bengkulu, Siap Jadi Pilot Project Implementasi ZI

BENGKULU (HUMAS) --- Sembilan Satuan Kerja (Satker) dilingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu terpilih menjadi pilot project implementasi zona integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2022 mendatang.

Kesembilan Satker tersebut adalah Kanwil Kemenag, Kemenag Kabupaten Kepahiang, Kemenag Kabupaten lebong, Kemenag Kabupaten Kaur. Kemudian MAN 1 Kota Bengkulu, MAN 2 Kota Bengkulu, MAN Rejang Lebong, selanjutnya MAN 2 Kabupaten kepahiang dan MAN 2 Kabupaten Lebong.

Kabag Tata Usaha Drs. H. Hamdani.,M.Pd mewakili Kakanwil Dr. H. Zahdi Taher.,M.HI didampingi Kasubag Kasubag Ortala dan KUB Dr. M. Sukrianto menyatakan sembilan Satker itu siap menjadi pilot Project ZI. Terpilihnya kesembilan Satker tersebut, setelah melalui kajian dan evaluasi yang matang.

‘’Karenanya saya mengharapkan kepada Satker yang telah terpilih agar dapat mempersiapkan data pendukung, terutama dalam penatalaksanaan dokumen,’’ ungkap Kabag ketika memimpin Rapat koordinasi bersama pimpinan Satker di Kanwil. Selasa, (5/10).   

‘’Termasuk pelaksana teknis, enam orang perwakilan tim ZI pada enam area perubahan dan satu orang operator untuk pelaksanaan kegiatan pendampingan tim Sekretariat Jenderal Kemenag RI yang akan datang ke Provinsi Bengkulu pada tanggal 26 Oktober 2021 mendatang,’’ lanjut Kabag.

Sementara itu Kasubag Ortala dan KUB menambahkan, dokumen penting yang harus segera dituntaskan adalah pendataan melalui aplikasi Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI). Karena hal tersebut merupakan instrumen penting untuk penilaian kemajuan pelaksanaan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dilakukan secara mandiri (self assessment) di lingkungan Kementerian Agama.

‘’ Penilaian ini dilaksanakan bertujuan untuk memudahkan Kementerian Agama dalam menyediakan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan pembangunan zona integritas dan upaya-upaya perbaikan yang perlu dilakukan oleh Kementerian Agama,’’ jelas Sukrianto.

‘’Kemudian untuk menyediakan data/informasi bagi Kementerian Agama dalam rangka menyusun profil pelaksanaan pembangunan zona integritas pada Kementerian Agama,’’ tambah Sukrianto.

Dengan demikian Kabag dan Kasubag Ortala dan KUB mengharapkan dukungan dari jajaran kemenag terutama Sembilan Satker yang terpilih menjadi pilot project implementasi ZI itu. Artinya pentingnya komitmen bersama.

‘’Kunci suksesnya adalah mari kita memberikan kemudahan pelayanan, program yang menyentuh masyarakat, monitoring dan evaluasi serta manajemen media,’’demikian Kabag.

 

Penulis : Tatang Wss

 

Bagikan :