Pembinaan Pada PAI, Ka. Kan Kemenag BU,”Beri Contoh Kebaikan Mudah, Melakukan Contoh Untuk Di Contoh, Ini Yang Berat!”

Pembinaan Pada PAI, Ka. Kan Kemenag BU,”Beri Contoh Kebaikan Mudah, Melakukan Contoh Untuk Di Contoh, Ini Yang Berat!”

Bengkulu Utara (Humas) - “Penyuluh Agama Islam (PAI) adalah orang yang terhormat. Orang yang mulia di sisi Allah Swt, dan pewaris para Anbiya’ dalam meneruskan serta menegakkan Agama Allah Swt, meskipun tugasnya berat,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka. Kan Kemenag) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Drs. H. Ajamalus, M.H, dalam acara Pembinaan PAI Non PNS dilingkungan 3 Kecamatan, Arga Makmur, Arma Jaya, dan Hulu Palik, bertempat di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Arga Makmur, Rabu, 03 Maret 2021.

“Jadi, dengan status itu, kalau kita ikhlas, Insya Allah semua ucapan kita, perbuatan kita, akan dinilai oleh Allah Swt sebagai ibadah,” ungkapnya lagi.

Disamping itu, terkait dengan tugas PAI, Ka. Kan Kemenag BU, Drs. H. Ajamalus, M.H, menyampaikan bahwa, diantara tugas PAI itu adalah sebagai penyampai pesan Rasullulllah SAW kepada umat, sehingga diharapkan umat akan taat ibadah, dan bagus pemahaman serta kualitas Agama dan ibadahnya.

“Itu tugas kita supaya lebih mantap mempertahankan pemahaman Agama dan pengamalannya, sebab yang namanya iman itu, turun naik. Kalau tidak diingat-ingatkan, bisa turun frekuensinya. Sinyalnya terus menurun. Jadi kalau diingatkan, minimal frekuensinya stabil dan terus meningkat, dengan melalui berbagai macam media atau dengan berbagai cara, baik diri pribadi maupun secara kelompok,” ujarnya.

Tugas PAI selanjutnya, masih menurut Ka. Kan Kemenag BU, adalah meluruskan sesuatu yang memang harus di luruskan.

“Sesuatu yang bengkok pemahaman Agamanya, ada yang salah dalam pengamalan ibadahnya. Inilah tugas kita. Ini berat!” tegasnya.

Selain dari itu, masih menurut Ka. Kan Kemenag BU, sebagai PAI, ada 3 fungsi yang harus di lakukan, yaitu pertama, menyeru untuk berbuat kebajikan. kedua, mengajak berbuat baik, amar ma’ruf nahi mungkar. Dan yang ketiga adalah mencegah kemungkaran yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.

“Bida’ bi nafsi ini yang berat. Jadi, memberi contoh kebaikan mudah, tapi melakukan contoh untuk di contoh, ini yang berat. Yang bagus keduanya, memberi contoh dan dicontoh,” pungkasnya.

Di sisi lain, berkaitan dengan kegiatan tersebut, selain hadir para PAI Non PNS, turut hadir pula PAI PNS, Kepala Seksi Bimas Islam, Hamid Muhakam, M.HI, Kepala KUA Arga Makmur, Rajikin Fajri, S.Ag, Kepala KUA Hulu Palik, Syahroni, S.Ag.,M.HI, dan Kepala KUA Arma Jaya, Drs. Mulyani. {Erfin Bastary}

Bagikan :