Anggota Komisi VIII DPR RI Buka Kegiatan Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji

Anggota Komisi VIII DPR RI Buka Kegiatan Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji

Bengkulu (Humas) - Anggota Komisi VIII DPR RI H. Mohammad Saleh, SE secara resmi membuka kegiatan Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Tahun 2020 M/1441 H, Rabu (4/11) di Hotel Santika, Kota Bengkulu.

Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari ini diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari jamaah haji yang tertunda keberangkatannya tahun ini, ormas Islam, PPIU, KBIHU, instansi terkait, majelis taklim, dan pengurus masjid

Dalam sambutannya H.M. Saleh mengatakan bahwa keran pelaksanaan umrah telah dibuka oleh pemerinta Arab Saudi, namun di masa pandemi ini pelaksanaan umra tidaklah sama dengan pelaksanaan umrah sebelumnya, berlaku protokol kesehatan yang ketat, diantaranya pembatasan jumlah penumpang dalam bis, harus menggunakan pesawat milik Saudi, ketentuan rentang usia 18-50 tahun, dan ketentuan-ketentuan lain yang berdampak kepada naiknya biaya perjalanan umrah.

"Menelaah berbagai ketentuan-ketentuan yang ditetapkan pemerintah Saudi, maka saya minta kepada Kementerian Agama dan berbagai pihak terkait untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang situasi ini" ujar Saleh.

Saleh juga menerangkan bahwa DPR RI pada dasarnya ingin memastikan pelaksanaan haji berjalan baik, semua aspek yang terkait pelaksanaan ibadah haji dari hulu ke hilir telah dipantaunya, baik itu catering, kesehatan, kesiapan panitia, dll.

"Jika ada permasalahan yang krusial dalam pelaksanaan ibadah haji, silakan menghubungi komisi VIII DPR RI, nanti akan dicarikan solusi" lanjutnya

Sementara itu Kepala Bidang Penyelenggaran Haji dan Umrah Drs. H. Ramlan, M.HI mengatakan, semua jamaah haji yang dibatalkan keberangkatan hajinya tahun ini telah menerima dengan ikhlas dan memaklumi kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah.

"Dibalik kebijakan ini ada hikmahnya, yaitu memiliki kesempatan untuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan ibadah haji, seperti dokumen-dokumen, kesehatan, dan memiliki kesempatan untuk memperdalam pemahaman manasik haji secara mandiri terbuka luas sepanjang tahun".

Ramlan juga mengingatkan untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan dan mengajak berdoa supaya pandemi Covid-19 ini segera berakhir. (js)

Bagikan :