Rusman Saleh, M.Pd : Inventarisasi sebagai Pondasi dalam Pengelolaan BMN

Rusman Saleh, M.Pd : Inventarisasi sebagai Pondasi dalam Pengelolaan BMN

Bengkulu Tengah (Inmas) -  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Kepala Subbag Tata Usaha. bersama JFU pengelola BMN melakukan monitoring inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) pada beberapa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di lingkungan Kementerian Agama Kab. Bengkulu Tengah.

Pada hari ini tim monitoring BMN yang dipimpin langsung oleh Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kab. Bengkulu Tengah DR. Rusman Saleh, M.Pd melaksanakan monitoring di MIN 2 Bengkulu Tengah. Beliau mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat dan mengkroscek seluruh BMN atau inventaris yang berada di Madrasah dalam rangka mewujudkan tertib administrasi dan tertib fisik BMN.

“ Keberadaan BMN itu sendiri harus mendapat perhatian serius guna terpelihara dan terkelolanya aset-aset yang ada di lingkungan Kementerian Agama Bengkulu Tengah dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, saya meminta kepada Kepala Madrasah sebagai penanggung jawab di Madrasah ini agar BMN disini tidak hanya harus diamankan tetapi juga di kelola dengan penuh tanggung jawab karena merupakan aset Negara “, papar beliau.

Selanjutnya DR. Rusman Saleh, M.Pd  menjelaskan. bahwa inventarisasi merupakan serangkaian kegiatan yang mencakup proses pendataan, pencatatan serta pengecekan mengenai kualitas dan kuantitas aset secara fisik dan yuridis atau legal. Kemudian dilakukan pendokumentasian untuk kepentingan pengelolaan aset dalam bentuk laporan.

“ Tentunya meliputi pencatatan, pengklasifikasian dan rekapitulasi BMN sehingga terjadi sinkronisasi secara fisik antara data BMN yang tercatat dengan ketersediaan fisik. Juga harus mengedapkan tertib hokum yang artinya semua prosedur, mulai dari perencanaan sampai dengan penghapusan sesuai dengan aturan perundangan ”, jelasnya.

Terakhir disampaikan Kasubbag TU, Inventarisasi BMN menempati posisi yang sangat strategis karena sebagai pondasi dalam pengelolaan BMN.

Bagikan :