Kakanwil Kemenag Bengkulu : Lawan Radikalisme!

Kakanwil Kemenag Bengkulu : Lawan Radikalisme!

CURUP (Humas) – Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Drs. H. Bustasar, MS, M.Pd mengakui tantangan moderasi beragama di Provinsi Bengkulu ini adalah menguatnya Radikalisme agama. Yaitu suatu pandangan, paham dan gerakan yang menolak secara menyeluruh terhadap tatanan, tertib sosial dan paham politik yang ada dengan cara perubahan atau perombakan secara besar-besaran melalui jalan kekerasan.

‘’Pergerakan radikalisme harus kita lawan, jika kita biarkan. Inilah yang akan memecah belah persatuan umat beragama di negara kita ini, terutama di Provinsi Bengkulu,’’ kata Bustasar ketika menjadi nara sumber pada Seminar Nasional yang bertemakan Pancasila, Moderasi dan Kerukunan Umat Beragama di IAIN Curup. Senin, (24/8).

Seminar nasional juga dihadiri Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof.Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, Rektor IAIN Curup DR. Rahmad Hidayat, M.Ag, M.Pd. Selain Bustasar, juga menghadirkan nara sumber Sekretaris Utama BPIP Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum, Kepala FKUB Kemenag RI DR. Nifasri, M.Pd, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Antonius Benny Susetyo, Plt. Deputi Bidang Hukum Advokasi dan Pengawasan Regulasi Dr.Ani Purwati, S.H., M.Hum, Direktur Pengkajian dan Materi Dr. Muhammad Sabri., M.Ag dan civitas akademika IAIN Curup.  

Menurut Bustasar, negara Indonesia adalah negara yang beragam agama dan kepercayaan, kondisi dan situasi inilah yang dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

‘’Kita yang terkadang menjadi kelompok lemah dalam sebuah relasi semakin riskan. Nah inilah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk mengambil gerakan radikalisme, nah ini harus kita lawan,’’ ungkap Bustasar.

Namun demikian Bustasar berkomitmen akan terus mengawal agar Provinsi Bengkulu aman dari paham-paham radikalisme di wilayah ini. Ini sejalan dengan visi dan misi kemenag Provinsi Bengkulu yaitu membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, unggul untuk mewujudkan masyarakat Bengkulu maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.

‘’Untuk melawan paham itu, kami dari Kemenag sudah melakukan langkah-langkah strategis bahkan pertemuan dengan seluruh tokoh-tokoh agama di Provinsi Bengkulu. Ini semua kita laksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama dan meningkatkan moderasi beragama serta kerukunan umat beragama di Provinsi Bengkulu ini,’’ sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BPIP Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum,dalam paparannya juga mengungkapkan persoalan yang terjadi di kebangsaan tercinta ini adalah konflik komunal yang berbau agama, serta ujaran kebencian atas dasar agama, konflik social mengatasnamakan keadilan social. ’Yang akhirnya munculnya berita Hoax, dan dis integrasi bangsa,’’ ujar Karjono.

Untuk mencarikan solusi dari persoalan kebangsaan itu, Karjono mengajak masyarakat agar kembali konsensus pendiri bangsa yakni mewujudkan moderasi agama dalam merajud persatuan dan kesatuan bangsa.

‘’Mulai saat ini mari kita ciptakan Indonesia ini, Kota Curup Bengkulu ini menjadi model umat beragama dunia. Karenanya hindari memvonis negative, menyalahkan orang lain, menyebarkan informasi hoax. Karenanya saya mengharapkan kepada semua insan masyarakat di Bengkulu agar satukan jiwaraga nasional demi melestarikan nilai pansila menuju Indonesia maju,’’ demikian Karjono. (Tatang)

 

 

 

Bagikan :