Darurat Covid-19, Kakan Kemenag MM : ‘’Pengajian Suluk ditutup Selama Ramadhan’’

Darurat Covid-19, Kakan Kemenag MM : ‘’Pengajian Suluk ditutup Selama Ramadhan’’

Mukomuko (Informasi dan Humas) – Kemenag Kabupaten Mukomuko telah menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan  dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H  ditengah Pendemi Wabah Covid-19. Salah satunya adalah aktivitas jamaah suluk/thoriqad yang ditutup sementara selama Bulan Suci Ramadhan.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko Drs. H. Ajamalus, MH keberadaan dan aktivitas jamaah pengajian Suluk (Jamaah Thoriqad) yang selama ini tumbuh dan berekembang sebagai salah satu kelompok pengajian Tasauf ditengah masyarakat Kabupaten Mukomuko, khususnya selama 40 hari di bulan Ramadhan. Karenanya ini menjadi fokus dan perhatian Kemenag.

''Mereka secara berkelompok dan terkoordinir membuat suatu tempat khusus untuk melakukan pengajian dan ritual ibadah dengan memperbanyak zikir dan do’a serta amalan ibadah sunnah lainnya yang tentunya kewajiban ibadah pokok seperti shalat lima waktu dan ibadah puasa Ramadhan sangat mereka jaga dan utamakan dalam pengajian suluk/thoriqad ini,'' katanya.

Memang diakui Ajamalus, berat hati harus menyampaikan surat himbauan kepada pengurus pengajian suluk/Thoriqad di wilayah Kabupaten Mukomuko. Namun demi upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan demi kenyamanan dan keselamatan bersama ditengah masyarakat. Maka kebijakan ini harus dilaksanakan.

''Surat himbauan ini sudah kami  sampaikan melalui Kepala KUA Kecamatan, bahkan surat ini sudah ditindak lanjuti oleh semua Kepala KUA Kecamatan kepada semua pengurus pengajian suluk/thoriqad dan sudah dikoordinasikan dengan Kepala Desa  setempat dan himbauan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan, baik camat, kapolsek maupun Dan Ramil serta didukung pula pengurus MUI setiap kecamatan,'' demikian Ajamalus. (Elan)

Bagikan :