Pembinaan Penyuluh Agama Islam Konten Dakwah Via Media Sosial Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seluma

Pembinaan Penyuluh Agama Islam Konten Dakwah Via Media Sosial  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seluma

Seluma (Inmas) – Dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seluma, Drs. H. Herman Yatim, MM,” Pembinaan Penyuluh Agama Islam Konten Dakwah Via Media Sosial” bertempat di Hotel Sartika Kel. Lubuk Lebur Kecamatan Seluma Kabupaten Seluma yang dihadiri oleh peserta sebanyak 50 orang terdiri dari Penyuluh Agama Islam PNS dan Penyuluh Agama Islam Non PNS, Rabu, 05/02/20.

Menghadirkan empat Nara Sumber yang menyajikan materi yang cukup menarik sehingga seluruh peserta dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Yulian Ansori Kepala Sub. Bagian Tata Usaha sebagai pemateri pertama dalam penyampainnya memberikan penguatan terhadap penyuluh Agama Islam periode 2020-2024, agar bijak dalam menggunakan Media Sosial sebagai sarana untuk mengembangkan Dakwah Islam.

“Kita harus harus bijak dalam penggunaan Media sosial sebagai sarana berdakwah, jangan sampai kita dalam penyampaian dakwah dapat menimbulkan keresahan karena konten konten mengandung unsur profokatif dan radikalisme.” Pintanya.

Dan Yulian pun mengharapkan sebagai penyuluh harus tanggap dengan situasi kondisi yang berkembang, dan harus bisa memanfaatkan media sosial sebagai media yang  berfungsi untuk penyampaian pesan pesan keagamaan.

Lanjut Yulian, Dakwah bisa dilaksanakan mela­lui situs media sosial seperti Facebook, whatsApp  dan Twitter serta media sosial lainnya. Karena itu, pada era seka­rang dengan penguasaan teknologi informasi yang baik, dai bisa memanfaatkan situs media sosial sebagai salah satu sarana dakwah dan tidak hanya berdakwah di mimbar saja. Para dai harus menguasai Tekhnologi Informasi agar bisa menyebarkan dakwah melalui jejaring social seperti facebook dan twitter serta media sosial lainnya yang penggu­nanya setiap hari terus bertambah. Media sosial sebenarnya bukanlah hanya sekedar sarana “cuap-cuap” , caci maki, curhat atau lainnya. Tetapi jejaring sosial itu bisa menjadi salah satu media dakwah yang efektif. Tutupnya. (SA).

Bagikan :