MTQ Tingkat Provinsi Bengkulu ke 34 di Kabupaten Muko Muko Resmi dibuka

MTQ Tingkat Provinsi Bengkulu ke 34 di Kabupaten Muko Muko Resmi dibuka

Seluma (Inmas) – Dibawah  rintik hujan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke 34 resmi dibuka oleh Gubernur Bengkulu, DR.dr. H. Rochidin Mersyah,M.MA dengan ditabuhnya beduk bersama Bupati Muko Muko, H. Choirul Huda, Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs. H.Bustasar, MS.M.Pd,  Komandm Kodim, Kapolres Muko Muko dengan disaksi oleh seluruh para undangan bertempat dihalaman kantor Pemda Kabupaten Muko Muko, Selasa, 8/10/19

Seremonial pembukaan MTQ Ke 34  dimulai dengan Pembacan Ayat Suci Al Qur’an oleh Cori terbaik musabaqah Tilawatil Qur’an Tahun 2017 dan diakhiri oleh pawai Defile kafilah MTQ serta Tari Kolosal.

Dalam sambutannya, Rochidin Mersyah berharap penyelenggaraan MTQ menjadi salah satu sarana menjaga kemurnian Alquran. Di samping itu, juga menjadi sarana dakwah dengan upaya memperkenalkan Alquran kepada masyarakat.

"MTQ menjadi salah satu media yang sangat efektif dalam menyebarkan syiar Islam karena unsur seni dalam MTQ dianggap sebagai salah satu daya tarik tersendiri yang dapat mendorong minat masyarakat dalam mempelajari Alquran," ujar rohidin.

Rochidin mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memandang MTQ sebagai sebuah acara rutinitas atau sebatas ajang kompetisi dalam seni membaca Alquran, melainkan harus dipandang sebagai sarana penyebaran dakwah Islam.

"Dengan kegiatan mulia ini kita bisa memperkuat ukhuwah, dan mempererat silaturahim yang pada akhirnya akan melahirkan kesadaran umat Islam mencintai dan memuliakan Alquran," ucap Rochidin

Rochidin mengharapkan lewat kegiatan MTQ dapat menambah minat masyarakat dalam membaca dan belajar Alquran serta mengupayakan agar Quran benar-benar tertanam dalam hati masyarakat.

Pernyataan yang tidak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkul, Drs. H. Bustasar,MS.M.Pd bahwa, pelaksanaan MTQ ke34 di kab. Muko Muko tahun 2019 mengemban misi yang sangat mulia sekaligus strategis, yaitu menguatkan pembangunan akhlak dan peradaban bangsa. Ajang MTQ juga merupakan sarana untuk mencetak generasi Qurani, yaitu generasi yang mencintai, menghayati, dan mengamalkan Alquran.

Penyelenggaraan MTQ, lanjut Bustasar diharapkan dapat memberikan sumbangsih berupa kesadaran akan pentingnya mempelajari Alquran. Sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian agama, Bustasar meminta seluruh Kepala Daerah untuk lebih maksimal terhadap pembinaan pendidikan Alquran bagi masyarakat di daerah masing-masing.

Bustasar mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan ajang MTQ sebagai media untuk pembelajaran transformatif bagi syiar Islam di tengah arus perubahan budaya. "Mari jadikan MTQ sebagai momen strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan penghayatan Quran di kalangan keluarga dan masyarakat," ujarnya.(SA)

Bagikan :