Tingkatkan Kompetensi, Kamad MI Kabupaten Lebong Ikuti Studi Banding

Tingkatkan Kompetensi, Kamad MI Kabupaten Lebong Ikuti Studi Banding

Lebong (Inmas), Dalam rangka meningkatkan kompetensi, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kabupaten Lebong studi banding ke Sekolah Dasar (SD) 02 Percontohan Bukit Tinggi Sumatera Barat. Hal ini dikatakan Kepala MIN 2 Lebong Yunsi Reva Agustina di SD 02 Percontohan Bukit tinggi pada Jumat (08/03).

Dikatakan Yunsi studi banding digelar oleh K3S SD/MI Korwil 1 dan Korwil 2 Lebong ke Sumatra Barat yang diikuti sebanyak 55 Kepala Sekolah SD/MI Negeri maupun swasta se-Kabupaten Lebong.

“Ada 4 orang Kepala Madrasah yang mengikuti studi banding ke SD 02 Percontohan Bukit Tinggi yaitu Ka. MIN 1 Lebong Yuni Darnis, Ka. MIS Lebong Tambang Herni Wati, Ka. MIS Kampung Gandung  Herliwati dan saya sendiri Ka MIN 2 Lebong,” Kata Yunsi Reva Agustina.

Rombongan yang diketuai Ketua K3S Karso itu disambut dengan sangat antusias dan luar biasa oleh pihak sekolah SD 02 Percontohan Bukit Tinggi baik murid-muridnya maupun gurunya.

Yunsi menceritakan bahwa di SD 02 Percontohan banyak hal yang ditemukan yang berbeda dengan Sekolah di Kabupaten Lebong  baik pengelolaan pendidikan, proses belajar mengajar hingga sarana dan prasarana.

“Semua informasi tersebut akan sangat bermanfaat dan memberikan kontribusi yang berharga bagi Kepala Sekolah di tempat Kami bertugas dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan,”ujar Yunsi.

beliau berharap dengan adanya studi banding ke SD Percontohan ini dapat memperoleh pengalaman yang berharga dan dapat menerapkan di sekolah tempat bertugas masing-masing.

Sementara itu Kepala Sekolah SD 02 Percontohan Bukit tinggi Dra Sri Ramayanti mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinya itu berkomitmen mengimplementasikan program literasi yang diselaraskan dengan lingkungan selain program literasi yang sangat penting yaitu jam wajib baca bagi anak-anak, kegiatan itu berlangsung setiap pagi 15 menit sebelum jam wajib pelajaran d mulai.

“Dalam waktu tersebut anak-anak di bebaskan membaca sesuai minat dan keinginan mereka masing-masing, buku yang di baca umumnya buku sejarah dan buku cerita sejenisnya. Sebelum kegitan membaca di mulai anak-anak di haruskan membaca ayat-ayat pendek barulah setelah itu di lanjutkan kegiatan membaca, sebagai penutup anak-anak di arahkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan sebagai upaya kecintaan terhadap tanah air. Setelah itu kemudian anak-anak di suruh maju ke depan untuk menceritakan apa yang mereka baca sebelumnya dengan begitu guru bisa tau sejauh mana daya tangkap mereka terhadap buku yang baru dibaca,” jelas Sri Ramayanti. (Bibin)

Bagikan :