Kakanwil : 2019 Seluruh Kankemenag se-Provinsi Bengkulu Harus Miliki PTSP

Kakanwil : 2019 Seluruh Kankemenag se-Provinsi Bengkulu Harus Miliki PTSP

Bengkulu (Inmas), Saat meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar MS menargetkan untuk tahun 2019 seluruh Kankemenag se-Provinsi Bengkulu sudah memiliki PTSP yang serupa, Kamis (28/02).

PTSP Kankemenag Kab. Rejang Lebong ini merupakan PTSP kedua yang diresmikan oleh Bustasar setelah sebelumnya pada bulan Desember tahun 2018 meresmikan PTSP Kankemenag Kabupaten Bengkulu Utara.

“Saya harapkan tahun 2019 merupakan tahun terakhir peresmian PTSP pada Kankemenag sehingga pada tahun 2020 kita dapat fokus pada penyempurnaan sistem dan faktor pendukung seperti SDM dan infrastruktur,“ ujar Bustasar.

Bustasar mengatakan PTSP yang didirikan pada Kankemenag Kabupaten merupakan jawaban atas permintaan masyarakat yang menginginkan pelayanan yang transparan, efisien, cepat dan akuntabel. Disamping itu PTSP merupakan bentuk sinergitas antar seksi-seksi yang ada di Kankemenag untuk merespon masyarakat yang semakin dinamis.

Kegiatan peresmian ini dihadiri oleh pejabat Eselon III pada Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Kepala Kankemenag Kab./Kota, Pembimas dan juga dihadiri oleh perwakilan Bank Mandiri Syariah Bengkulu yang merupakan mitra kerja dalam pendirian PTSP Kankemenag Kab. Rejang Lebong.

Kepala Kankemenag Kab. Rejang Lebong Lapulangi saat ditemui usai kegiatan peresmian mengatakan ada lima belas layanan yang diberikan kepada masyarakat, dengan rincian empat layanan yang berhubungan dengan masalah haji dan umroh, delapan layanan masalah urusan Bimas Islam, dua layanan yang berhubungan dengan Pendidikan Madrasah dan terakhir layanan masalah data dan informasi keagamaan.

“Untuk saat ini baru ada 15 layanan yang ada di PTSP Kankemenag Kab. Rejang Lebong, kedepannya kita akan berusaha menambah jenis layanan seperti PTSP Kanwil kemenag Prov. Bengkulu yang sudah memiliki sekitar 30 layanan,” ujar Lapulangi. (haf)

Bagikan :