Pasca Diklat, Guru MTsN 1 Lebong Laksanakan RTL dan Sosialisasi bagi Guru

Pasca Diklat, Guru MTsN 1 Lebong Laksanakan RTL dan Sosialisasi bagi Guru

Lebong (Inmas), Pasca kembali dari kegiatan diklat teknis substansif  kurikulum 2013 salah satu utusan Kantor kementerian Agama Kabupaten Lebong yakni Guru Bahasa Arab pada MTsN 1 Lebong Ronald Yunarlis pasa hari Selasa, 23 Oktober 2018 pukul 09.30 WIB bertempat di ruang guru laksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan sosialisasi hasil pendidikan dan latihannya selama di Balai Diklat Keagamaan Palembang (23/10).

Dikatakan oleh Ronald, kegiatan RTL merupakan kewajiban peserta diklat setelah kembali ke wilayah kerja masing-masing, disamping itu juga merupakan upaya berbagi informasi dan wawasan bagi tenaga pendidik yang ada di MTsN 1 Lebong baik untuk Guru PNS maupun Guru Tidak Tetap (GTT) dalam rangka meningkatkan kompetensinya.

Pada kesempatan tersebut Ronald juga didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum-Harsilawati yang turut memberikan arahan tentang bagaimana cara menentukan/ mengitung Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebagai acuan bagi guru dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) suatu mata pelajaran atau Standar Kompetensi (SK).

Selanjutnya Ronald menyampaikan materi berkenaan dengan analisis Penilaian Kerja Guru (PKG) yang berguna bagi guru untuk menerapkan seluruh kompetensi dan ketrampilan dalam proses pembelajaran serta berfungsi untuk menghitung angka kredit guru atas kinerja pembelajaran.

Ronald juga memberikan materi tentang analisis Standar Kompetensi Lulusan/Kompetensi Inti/Kompetensi Dasar (SKL/KI/KD) yang wajib dipahami oleh Guru dengan menjabarkan komponen SKL/KI/KD menjadi silabus dan Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP) yang menjadi pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.

“Keseluruhan sosialisasi ini merupakan upaya personil dari MTsN 1 Lebong untuk berbagi informasi kekinian berkenaan dengan pengembangan kurikulum 2013 yang tidak dapat dipungkiri masih banyak membuat beberapa orang guru kebingungan dalam memahaminya,“ tutup Ronald. (Malvinas RNBS)

Bagikan :