Paniran : Eksistensi Sekolah Minggu Buddha di Nusantara Harus Tetap Terjaga

Paniran : Eksistensi Sekolah Minggu Buddha di Nusantara Harus Tetap Terjaga

Bengkulu (Inmas) --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI yang dalam hal ini diwakili Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menengah Paniran, S.Ag.,M.Si.,M.Pd.B membuka kegiatan Sosialisasi Kurikulum Sekolah Minggu Buddha Se Provinsi Bengkulu Tahun 2018.

Paniran mengapresiasi kegiatan ini mengingat Sekolah Minggu Buddha sebagai gerbang utama kemajuan umat Buddha.

“Eksistensi dan keberadaan Sekolah Minggu Buddha di Nusantara harus tetap terjaga hal ini tentu membutuhkan peran Majelis Keagamaan Buddha, Organisasi Buddhis dan Anggota Sangha,” ucap Paniran Sabtu (28/07).

Menurutnya sudah seharusnya umat Buddha bersatu jangan sampai ada perselisihan antar pengurus Sekolah Minggu Buddha, Lembaga/Majelis Keagamaan Buddha apabila Pendidikan Keagamaan Buddha ingin mengalami kemajuan.

“Melalui Kurikulum Sekolah Minggu Buddha diharapkan dapat menjadi standarisasi dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan Buddha terlebih lagi kurikulum ini sudah dikemas dengan 4 aspek pengembangan yaitu Pengembangan fisik (Kaya Bhavana), Pengembangan sosial (Sila Bhavana), Pengembangan mental (Citta Bhavana) dan Pengembangan Kebijaksanaan (Panna Bhavana),” tambah Paniran. 

Selanjutnya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang diwakili Pembimas Buddha Warlan, SE.,M.Pd menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini mendapatkan hasil yang positif dalam pengembangan Pendidikan Sekolah Minggu Buddha di Provinsi Bengkulu. “selain sebagai pedoman penataan kurikulum Sekolah Minggu Buddha yang sistematis dan terstruktur kegiatan ini mengahasilkan sebuah wadah yaitu Badan Koordinasi Guru Sekolah Minggu Buddha Provinsi Bengkulu” tegas Warlan.

Ditemui setelah acara selesai Panitia Pelaksana Nurhadi, S.Ag.,MM menyampaikan kegiatan dilaksanakan dari tanggal 28 sd 30 Juli 2018 bertempat di Splash Hotel Kota Bengkulu yang diikuti 40 peserta dengan mendatangkan Narasumber Paniran, S.Ag.,M.Si.,M.Pd.B, Drs.H. Bustasar.,MS.M.Pd, Warlan, SE.,M.Pd, Yurnaningsih, M.Pd, Budi Sulistiyo, S.Ag.,M.Pd.B dan Intrukstur Nasional Surwandi, S.Ag. Kegiatan ini memiliki tujuan diantaranya sebagai pedoman pelaksanaan evaluasi dan perbaikan kurikulum Sekolah Minggu Buddha yang ada di Provinsi Bengkulu. (yulius)

Bagikan :