Ka.Kemenag Benteng Ajak Seluruh PAI Perangi HOAX

Ka.Kemenag Benteng Ajak Seluruh PAI Perangi HOAX

Bengkulu Tengah (Inmas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah H. Sipuan, S.Ag.,MM mengajak Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, salah satunya kemampuan menggali sumber-sumber informasi di era kemajuan teknologi yang terus berubah dengan cepat.

Dikatakan Sipuan, masyarakat saat ini adalah masyarakat yang kritis dan inovatif, termasuk dalam hal penerimaan terhadap arus informasi. Oleh karena itu, ia menambahkan, tantangan penyuluh pada era sekarang ini sangatlah besar.

Demikianlah hal tersebut dijelaskannya melalui seluruh Kepala KUA Kecamatan untuk disampaikan kepada seluruh tenaga Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS diwilayah kerja masing-masing.

Ia mengungkapkan bahwa keberadaaan tenaga penyuluh kita berdasarkan jumlah pada dasarnya memang belum memenuhi kepasitas, akan tetapi dengan jumlah tenaga yang minimal tersebut dengan dibekali pengetahuan dan pendidikan yang cukup saya rasa tidak terlalu menghambat kinerja, dan yang terpenting masyarakat merasakan akan keberadaaan Penyuluh tersebut dengan program kerja yang nyata.Ungkap Sipuan.

Dikesempatan yang sama Sipuan memberikan himbauan kepada warga masyaraakat Bengkulu Tengah melalui Kepala KUA Kecamatan agar tidak percaya begitu saja terhadap berita yang ada di sosial media karena beritanya belum tentu benar atau yang sering kali disebut Hoax.

Banyak kalangan atau pihak sekarang ini semakin gencar memberitakan berita hoax, khususnya di media sosial. Akibat yang ditimbulkan memang sangat besar, apalagi terkait dengan keyakinan agama-agama masing, Oleh karena itu, Sipuan mengajak kepada seluruh satuan kerja Kemenag Benteng agar berkontribusi secara nyata dalam bentuk memberikan himbauan langsung kepada masyarakat dengan tujuan yang sama, dan demi terwujudnya masyarakat Benteng yang aman dan tentram.

Ia juga menambahkan “Peran Penyuluh Agama itu luar biasa. Ia harus memberikan informasi, edukasi, layanan konsultansi, dan juga harus terus up to date untuk memberi penyuluhan tentang berita terbaru, di tengah dunia yang berubah dengan cepat.” Imbuhnya.(Bobi)

Bagikan :