MIS GUPPI 11 RL Siap Berinovasi Dalam Pembelajaran Kurtilas

MIS GUPPI 11 RL Siap Berinovasi Dalam Pembelajaran Kurtilas

Rejang Lebong (Inmas)- Kurikulum Tigabelas (Kurtilas) merupakan bentuk penyempurnaan dari  kurikulum sebelumnya, mengimplementasikan kurtilas diantaranya adalah mengembangkan pengetahuan para peserta didik bukan sekedar mengenal secara teori saja melainkan mereka dituntut berekplorasi dalam pembelajaran yang sedang mereka lakukan, Kurikulum sebagai seperangkat rencana mencakup tujuan dari pendidikan. Dan merupakan  pedoman bagi penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Pembelajaran dilakukan sebagai upaya untuk mencapai kompetensi yang telah dirumuskan dalam Kurtilas.

    Ditemui disela photo bersama , Sail Hafa, S.Pd,I selaku Kepala MIS GUPPI 11 Rejang Lebong Mengatakan “Untuk penerapan pembelajaran kurtilas ini telah kami terapkan dari kelas I –VI. Dalam pelaksanaan pembelajaran kurtilas ini kami percaya kepada dewan guru di MIS GUPPI 11 Rejang Lebong telah memahami tentang metode pembelajaran yang harus disesuaikan dengan materi yang diajarkan kepada para peserta didik.

    Karena mereka telah beberapa kali mengikuti kegiatan sosialisai kurtilas yang diadakan pada acara Kelompok Kerja Guru (KKG) se-kabupaten rejang lebong pada beberapa waktu lalu”

    “Ketika pelaksanaan pembelajaran dengan sistem kurtilas ini harapan kami kepada guru di MIS GUPPI 11 Rejang Lebong, teruslah berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran pada tema-tema tertentu, karena dalam pengamatan yang telah kami lakukan beberapa waktu lalu, para pendidik di MIS GUPPI 11 Rejang Lebong telah menggunakan metode pembelajaran yang sesui dengan pembelajaran dan mampu berinovasi dalam mengembangkan pengetahuan peserta didik” lanjut Sail.

    Menurut Siti Fatimah,S.Pd.I salah seorang guru di MIS GUPPI 11 Rejang Lebong, Ia Mengatakan “Kami selaku wali kelas satu terkadang sangat susah untuk menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tema yang telah ditetapkan, karena mereka memiliki latar belakang yang berbeda, sebagian ada yang melalui tahap PAUD dan TK tetapi ada juga yang sebagian tidak mengikuti tahap tersebut, hal ini lah yang merupakan tantangan kami untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran guna menjadikan para peserta didik  yang terampil dan berilmu pengetahuan” (Hamid)

 

 

Bagikan :