Muhammad Tambrin: Ada 7 Tantangan Implementasi UU JPH

Muhammad Tambrin: Ada 7 Tantangan Implementasi UU JPH

Jakarta (Informasi dan HUmas) 10/11- "Ada tujuh tantangan dalam implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Tambrin, Kamis (10/11).

Hal tersebut disampaikan M.Tamrin dihadapan para jurnalis Kanwil Kemenag se-Indoensia dalam acara workshop Jurnalistik Tenaga Kehumasan Kementerian Agama di Ruang Sidang Setjen Kemenag RI, Kamis ( 10/11).

Tantangan pertama menurut dia, sejak diterbitkannya UU JPH pada tahun 2014 lalu, peminat produk halal dunia terus mengalami peningkatan dengan jumlah umat islam dunia mencapai kurang lebih 1,57 Miliar. Tantangan kedua adalah Indonesia merupakan negara Konsumen produk halal terbesar dengan total mencapai USD 197 Miliar.

Ketiga, terus  meningkatnya kesadaran bahwa produk halal lebih aman dan sehat, keempat belum tersedianya standar halal dan sistem halal terstandar yang diakui dan dan diterima negara lain, kelima adanya produk halal Indonesia yang belum diterima di negara lain, keenam kurangnya bahan baku industri yang halal, thoyib dan relatif murah dan terakhir minimnya SDM dan infrastruktur yang  memadai khususnya tenaga ahli dibidang auditor produk halal.

Menghadapi tantangan itu, pihaknya melalui Kemenag mengaku terus melakuan sosilisasi kepada masyarakat terkait jaminan produk halal dan konsisten memberikan sanksi bagi pelaku usaha yang tidak melaksanakan kewajiban sebagai pemegang sertifikat Produk Halal.

Upaya lainnya adalah Kementerian Agama juga telah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang dalam melaksanakan tugasnya bekerjasama dengan Kemenag termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memiliki kewenangan dalam menetapkan fatwa halal yang menjadi dasar penerbitan sertifikat halal.

"Mudah-mudahan dengan upaya dan kinerja BPJPH dapat memenuhi harapan umat islam akan produk halal, halal dan haram merupakan sesuatu yang sangat prinsip dalam islam karena didalamnya terkait hubungan manusia dengan allah," tutupnya.

Penulis : Jj

Bagikan :