Nilai Ekspor Produk Halal Indonesia Terus Meningkat

Nilai Ekspor Produk Halal Indonesia Terus Meningkat

Jakarta (Informasi dan Humas) 10/11- Berdasarkan catatan Kementerian Agama RI, Nilai Ekspor produk halal di Indonesia terus mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2010-2014 tercatat sebesar USD 468,84 juta (meningkat 62,88 persen-red) sementara pada tahun 2014-2015 meningkat 5,37 persen.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Tambrin, Kamis (10/11) menjelaskan peningkatan nilai ekspor produk halal Indonesia disebabkan semakin bertambahnya negara-negara peminat produk halal seperti negara Malaysia, Kanada, Singapura, Dubai, Jepang, Rusia, Arab Saudi, Philipina dan Myanmar.

"Peminatnya terus meningkat, total transaksi produk halal pada tahun 2015 mencapai USD 3,5 juta atau meningkat dibandingkan pada tahun 2014 sebeser USD 2 Juta," ujarnya dihadapan peserta workshop Jurnalistik Tenaga Kehumasan Kemenag.

Dengan kondisi itu, Impelementasi dari Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal menjadi penting, karena asas dari UU tersebut mencakup, perlindungan, keadilan, kepastian hukum, akuntabilitas dan transparansi, efektifitas dan efisiensi serta profesional. "Kita sudah mendapatkan kepercayaan dari negara lain, dan tentunya hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah," pungkasnya.

Terlepas dari hal tersebut, Muhammad Tambrin juga menjelaskan berbagai kendala dalam implementasi Undang-Undang Produk Halal, karena tidak semua produk yang diperjual belikan di Indonesia khususnya bahan Kosmetik dan Farmasi memiliki bahan baku yang halal.

"Masalah dan protes dari pelaku usaha tentunya ada, khususnya terkait bahan baku kosmetik dan farmasi yang bahannya dipasok dari berbagai negara yang tidak dijamin kehalalnnya," ungkapnya.

Ia mengaku akan terus mengoptimalkan sosialisasi Undang-Undang produk secara masif dan intensif kepada masyarakat, melakukan penguatan regulasi dan perangkat peraturan terkait penyelenggara Produk halal, meningkatkan koordinasi antar lembaga/Kementerian dan melakukan Kerjasama Internasional dengan lembaga sertifikasi halal luar negeri milik pemerintah dan non pemerintah melalui mutual recognition Agreement (MRA) dan koordinasi dengan BSN dalam menyusun standar halal.

Dengan upaya-upaya itu, ia yakin tujuan dari UU Jaminan Produk Halal yang salah satunya adalah memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dapat terwujud.

Penulis : JJ

Bagikan :