FKUB Prov.Bengkulu: Media Sosial Ancaman Kerukunan Umat Berama

FKUB Prov.Bengkulu: Media Sosial Ancaman Kerukunan Umat Berama

Bengkulu (Informasi dan Humas) 13/10- Keberadaan Media sosial (Medsos) dewasa ini perlu menjadi perhatian pemerintah serta tokoh agama dalam upaya menghindari terjadinya konflik kerukunan umat beragama di Indonesia.

"Tidak dapat kita pungkiri, media sosial (facebook, twiter, dll) memiliki pengaruh besar dalam memicu konflik di masyarakat," kata Ketua FKUB Provinsi Bengkulu, Drs.H.Muktaridi Baijuri,MM, dalam acara temu tokoh lintas agama Se-Provinsi Bengkulu di Aula Kanwil Kemang Bengkulu, Kamis (13/10)

Acara yang digelar FKUB bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu tersebut dihadiri oleh Ka.Kemenag Kabupaten/Kota, Ketua FKUB Kabupaten/Kota serta tokoh agama lintas agama se-Provinsi Bengkulu, dengan menghadirkan narasumber Ka.Kanwil Kemenag Bengkulu, Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Korem 041 Garuda Emas, Polda Bengkulu dan Badan Intelejen Daerah (BINDA) Provinsi Bengkulu.

Menurut Muktaridi sakaligus sebagai pemandu acara, pada era keterbukaan informasi publik saat ini, informasi tidak dapat dibendung dan hal itu menjadikan pekerjaan fkub dan tokoh agama menjadi lebih berat.

"Tanpa perlu bertatap muka, media sosial bisa mengiring opini ribuan bahkan jutaan orang," tutur mantan Ka.Kanwil Kemenag Bengkulu itu. Ia mengharapkan kepada para pengurus FKUB dan tokoh agama agar menjadi peredam jika ada indikasi konflik yang diakibatkan media sosial. " Cek dulu kebenarannya, dan FKUB harus menjadi media untuk menciptakan kerukunan umat beragama," pungkasnya.

Sementara, dalam paparan narasumber, Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs.H.Bustasar MS.M.Pd mengatakan kementerian agama mempunyai tanggung jawab besar untuk mewujudkan kerukunan umat beragama sebagaimana visi Kementerian agama yaitu Mewujudkan Masyarkat Provinsi Bengkulu yang taat beragama, rukun, cerdas, mandiri dan sejahtera lahir batin.

Maka, untuk mewujudkan masyarakat yang taat kita akan terus memberikan pembinaan dan pegawasan pemeluk agama dengan harapan dapat menghindari munculnya paham radikalisme yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

"Untuk memberikan pembinaan dan pengawasan itu kami perlu kerjasama berbagai pihak termasuk FKUB Kabupaten/kota serta pihak terkait," tuturnya.

Kemudian narasumber dari Korem 041 Gamas, M.Zainudin menegaskan TNI memiliki tanggungjawab besar dalam mewujudkan keutuhan NKRI, untuk itu ia menghimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika ada indikasi radikalisme yang dapat memecah persatuan NKRI.

"Tokoh agama harus berkoordinasi jika ada benih radikalisme, sehingga kami dapat melakukan tindakan pencegahan," ujarnya.

Sementara itu narasumber dari BIN Daerah, menyebutkan isu-isu SARA yang berkembang pada media sosial memang sangat menganggu kerukunan umat beragama, karena isu-isu tersebut dapat mengiring pada opini negatif, sehingga pihaknya hanya dapat melakukan antisipasi dan cegah dini dengan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memposting ke media sosial hal-hal yang dapat mengangung kerukunan.

Terakhir, Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Prof.Dr.Rohimin, M.Ag menjelaskan secara geografis Bengkulu dalam kondisi yang aman, namun perlu diingat Bengkulu merupakan daerah transit dan merupakan daerah pinggiran sehingga rawan tumbuh peham-paham berbau agama, yang jika tidak diantisipasi bisa menjadi benih yang akan terus tumbuh dan menyebar di masyarakat.

Setelah pemaparan narasumber selama 2 jam, acara dilanjutkan dengan dialog lintas agama dalam upaya memecahkan masalah dan menanggapi permasalahan yang berkembang dengan harapan dapat menjadi solusi dalam menjaga dan memelihara ketentraman kerukunan umat beragama di Provinsi Bengkulu.

Acara temu tokoh lintas agama Se-Provinsi Bengkulu merupakan tindak lanjut dari rapat yang digelar Kementerian dalam negeri beberapa waktu lalu serta kelanjutan dari rapat kerja Kementerian Agama bersama FKUB pada tanggal 7 Oktober 2016 berkaitan dengan upaya pemantapkan kerukunan umat beragama. (jj)
    

Bagikan :