120 Tokoh Agama Bengkulu Sampaikan Solusi Masalah Kerukunan

120 Tokoh Agama Bengkulu Sampaikan Solusi Masalah Kerukunan

Bengkulu (Informasi dan Humas) 1/10- Sebanyak 120 Tokoh Agama lintas agama dari sepuluh Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu sampaikan solusi bagi permasalahan kerukunan keagamaan di Provinsi Bengkulu.

Solusi pemecahan masalah kerukunan antar umat beragama itu disampaikan tokoh agama dalam workshop Multikultural Tokoh Agama Lintas Agama yang digelar Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu di LPMP Provinsi Bengkulu mulai tanggal 28 hingga 30 September 2015.

Menurut Salah satu Tokoh Agama Islam, H. Syaidina, sebagai tokoh agama dirinya harus tau bagaimana menghadapi dan memberikan solusi bagi kemungkinan adanya konflik atau permasalahan kerukunan umat beragama di provinsi Bengkulu. 

Menurut dia, potensi konflik Kerukunan Umat Beragama itu sangat banyak diantaranya adalah pendirian rumah ibadah, perkawinan beda agama, Penyiaran Agama kepada penganut agama lain, Perayaan Hari Besar Keagamaan, Penodaan Agama Kegiatan Aliran Sempalan dan masih banyak lagi. 

Selain faktor-faktor keagamaan, faktor lainnya yang kemungkinan dapat menggangu kerukunan umat beragama adalah faktor sosial, ekonomi da politik, apalagi belum lama lagi akan dilaksanakan pemilukada. 

“Walaupun terlihat sepele, permasalahan-permasalahan itu sangat sensitif karena menyangkut akidah dan keyakinan umat beragama,” ujarnya. 

Untuk itu, dalam workshop yang digelar selama tiga hari itu dengan melalui diskusi, tokoh agama telah memberikan beberapa solusi untuk menghindari permasalahan kerukunan umat beragama di Provinsi Bengkulu.

Pertama, Menurutnya Tokoh agama harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait peraturan-peraturan bagaimana mendirikan rumah ibadah dan hal-hal yang berkaitan dengan agama, karena banyak masyarakat yang tidak mengerti dan cenderung hanya berdasarkan pada emosi dengan keyakinanya saja tanpa mengedepankan toleransi. 

Kedua, tokoh agama meminta kepada pemeluk agama agar dapat beretika kepada pemeluk agama lainnya, agama minoritas agar lebih menghargai dan beretika kepada agama mayoritas dan agama mayoritas agar menyayangi agama minoritas. 

“Minoritas adalah bagian dari Mayoritas dan Mayoritas adalah bagian dari Minoritas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H.Junni Muslimin, MA saat memberikan sambutan mengatakan bahwa workshop yang dilaksanakan sebagai pengejahwatahan dari UU 1945 Pasal 29 sebagai upaya untuk memupuk dan memeliharan kerukunan umat beragama secara berkelanjutan khususnya di Provinsi Bengkulu. 

Selain Workshop Multikultural Tokoh agama lintas agama, Subbag Hukum dan KUB juga telah melaksanakan orientasi multikultural pelajar SMP, pelajar SMA, Mahasiswa dan tokoh masyarakat lintas agama di Provinsi Bengkulu. 

Penulis : Jaja **Redaktur: Arsuk E

Bagikan :