PASCA PENGALIHAN HAJI, PEMBERDAYAAN RUMAH IBADAH MASUK ASTA PROTAS KEMENAG | MENAG DORONG ASN KEMENAG KUASAI AI BERBASIS NILAI KEAGAMAAN | KEMENAG MEMBUKA PMBM YAKNI SELEKSI MADRASAH NEGERI DAN SWASTA (JALUR PRESTASI, REGULER, DAN AFIRMASI): MARET S.D JULI 2026

Search

Makna Puasa dalam Buddhisme

Makna Puasa dalam Buddhisme
Oleh : Warlan SE., M.Pd
 
Guru Agung Buddha Gautama telah memberikan penjelasan tentang puasa atau Upavassa yaitu dengan melatih Attasila atau 8 (delapan) sila yang harus di taati dalam latihan pengendalian diri selama menjalankan upavassa.
 
Kata puasa sendiri berasal dari bahasa sansekerta yaitu Upavassa, atau disebut  juga Uposatta, yang artinya pengendalian diri bertujuan melatih diri baik jasmani dan rohani serta lima indra lainnya.
  
Umat Buddha terdiri dari dua kelompok yaitu Garavassa umat perumah tangga (Upasaka dan Upasika) dan Pabbajita atau pertapa yang terdiri dari sramanera/sramaneri dan Bhikhu/Bhikhuni, namun masih banyak umat Buddha yang belum menjalankan ibadah puasa (upavassa) tentu ada beberapa sebab antara lain belum siap untuk berlatih, ada kemungkinan takut melanggar sila ke ke 3 dari Pancasila Buddhis yaitu latihan untuk tidak melakukan hubungan suami istri atau hidup selibat, atau juga disebabkan karena banyaknya pekerjaan.
 
Upavassa bagi umat perumah tangga yang dilakukan oleh umat Buddha yaitu empat kali dalam sebulan yaitu tanggal 1,8,15 dan 23 penanggalan lunar atau satu bulan menjelang hari raya Trisuci Waisak.  Cara berpuasa dalam Buddhisme tidak di perbolehkan makan dan minum setelah jam 12 siang hingga matahari terbit.  
 
Selama menjalankan Upavassa/berpuasa yang harus dijalankan oleh garavassa yaitu menjalankan  Attasila (8) kemoralan atau delapan sila yang harus taati diantaranya Menjalankan Pancasila Buddhis 
  1. Panatipata Veramani sikhapadam samadiyami  bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makluk hidup 
  2. Adhinadana Veramani sihkapadam samadiyami bertekad melatih diri menghindari mengambil barang yag tidak diberikan atau mencuri
  3. Abrahamcariya Veramani Sikhapadam samadiyami bertekad melatih diri menghindari hubungan seksual selibat termasuk hubungan suami istri 
  4. Musavada Veramani Sikkapadam samadiyami bertekad melatih diri menghindari ucapan yang tidak  benar/berbohong 
  5. Surameraya Veramani Sikhapadam samadiyami bertekad melatih diri menghindari minum-minuman keras yang dapat melemahkan kewaspadaan 
 
 
Di tambah tiga sila diantaranya 
  1. Vijkalabhojana Veramani Sikhapadam samadiyami  bertekad untuk melatih diri menghindari makan makanan  lewat tengah hari hingga pagi berikutnya 
  2. Naccagita  vadita–visukadassana malagadha–vilepana darana mandana vibusanathana  veramani sikhapadam samadiyami bertekad untuk melatih diri  menghindari hiburan  (menari, menyanyi . musik, tarian menggunakan wewangian /hiasan tubuh)
  3. Uccasayana –mahasayana Veramani Sihkapadam samadyami  bertekad untuk melatih diri menghindari tempat tidur /tempat duduk yang tinggi dan mewah. 
 
Manfaat dari Upaavassa sangat banyak yaitu melatih diri untuk mengurangi kekotoran batin seperti lobha, (kerakahan), dosa (kebencian), moha (kebodohan batin).  
 
Secara spiritual manfaat dari Upavassa atau puasa  tertulis dalam kitab suci Tripitaka terdapat dalam Digha Nikaya ; mahaparibanasutta Guru Agung Buddha Gautama menjelaskan ia yang menjalankan Upavassa, menjalankan sila maka nama harumnya kebajikannya tersebar luas hingga sampai alam deva (alam surga) 
 
Semoga bermanfaat "sabbesatta bhavantu sukhitatta semoga semua mahkluk hidup berbahagia" sadhu..sadhu..sadhu
 
 
(Penulis Merupakan Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu)

Kategori: Budha

Layanan WA
WA Kami