PASCA PENGALIHAN HAJI, PEMBERDAYAAN RUMAH IBADAH MASUK ASTA PROTAS KEMENAG | MENAG DORONG ASN KEMENAG KUASAI AI BERBASIS NILAI KEAGAMAAN | KEMENAG MEMBUKA PMBM YAKNI SELEKSI MADRASAH NEGERI DAN SWASTA (JALUR PRESTASI, REGULER, DAN AFIRMASI): MARET S.D JULI 2026

Search

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dari Masa ke Masa

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dari Masa ke Masa

1. H. Dahdir MS Datuk Asa Bagindo (1970-1975)
 
Setelah Bengkulu resmi menjadi provinsi tahun 1968, Kantor Kementerian Agama merupakan perwakilan Kementerian Agama yang berkantor di sebuah rumah sewaan di daerah Pasar Melintang, Kota Bengkulu. Kondisi kantornya sangat sederhana, hanya terdiri dari 1 ruang terbuka berukuran 6x8 M dengan satu buah meja dan 1 buah mesin ketik besar. 
 
Kantor Kementerian Agama Bengkulu pada saat itu hanya membidangi inspeksi dan Urusan Agama Islam, sementara satu bidang lagi yaitu Bidang Pendidikan Agama Islam dan Penerangan memiliki kantor yang terpisah yaitu berada di Kelurahan Jitra sekarang yang statusnya saat itu juga merupakan rumah sewaan. 
 
Setelah tiga tahun memberikan layanan kepada masyarakat, akhirnya pada tahun 1971 Kantor Perwakilan Kementerian Agama Bengkulu yang dipimpin oleh Dahdir MS Datuk Asa Bagindo itu pindah ke Jalan Basuki Rahmat hingga sekarang. Salah satu program kerja Dahdir MS Datuk Asa Bagindo yang menonjol adalah konsolidasi sarana, prasarana dan personalia. Untuk memenuhi kebutuhan pegawai dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, beberapa pegawai dari Rejang Lebong dan Bengkulu Utara dipindahkan ke Kantor Wilayah Kementerian Bengkulu Provinsi Bengkulu.
 
 
2. Drs. K.H. Yusuf Abdul Aziz (1975-1980)
 
Sejak tahun 1975, Perwakilan Kementerian Agama Provinsi Bengkulu diubah menjadi Kanwil Kementerian Agama dan dipimpin oleh Drs. K.H. Yusuf Abdul Aziz . Sebelum menjadi kakanwil, Drs. K.H. Yusuf Abdul Aziz adalah seorang pejabat di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan. 
 
Ia dikenal sebagai seorang kiyai yang rendah hati, senang berdakwah dan Bapak yang senantiasa memberikan nasehat bernuansa tamsil kepada bawahannya. Beliau adalah seorang qari yang dikenal dengan keindahan suara, irama dan pengetahuan luas tentang ilmu Al-Qur`an. Namun karena tanggung jawab terhadap Yayasan Teladan yang membidangi madrasah di Palembang yang ia pimpin dan istrinya yang sering sakit, beliau sering pulang ke Palembang. 
 
Tugas-tugas keseharian diserahkan kepada Drs. M. Rasyid Kasim yang saat itu menjabat sebagai Kepala Penerangan Agama Islam (Penais). Pada masa awal kepemimpinan Yusuf Abdul Aziz, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu hanya memiliki 18 orang pegawai. Kemudian mendapat tambahan pegawai dalam jumlah besar, sehingga kinerja pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin meningkat.
 
 
3. Ardani Baki (1980-1981)
 
Ardani Baki merupakan kepala yang memimpin dalam waktu paling singkat, hanya satu tahun karena meninggal dunia. Beliau jatuh sakit ketika mengikuti kegiatan peresmian proyek Irigasi Air Manjuto di Bengkulu Utara (sekarang Kabupaten Mukomuko). Karena kondisinya yang semakin mengkhawatirkan, beliau dibawa ke rumah sakit di Palembang, lalu menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit itu.
 
Ardani Baki dikenal sebagai sosok yang bersahaja dan bertanggungjawab dalam tugas, ia selalu berusaha hadir dalam melayani masyarakat khususnya dalam memberikan layanan keagamaan.
 
 
4. H. Baharuddin N. Dj  (1982-1992)
 
Setelah Ardani Baki meninggal dunia, jabatan Kepala di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sempat mengalami kekosongan selama 6 bulan. Pelaksana tugas kepala diserahkan kepada Drs. M. Rasyid Kasim yang ditunjuk oleh Ardani Baki ketika ia menghadiri peresmian Irigasi air Manjuto, sebelum beliau meninggal dunia. 
 
Setelah itu, diangkatlah H. Baharuddin N. Dj, seorang putra daerah sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Definitif. Baharuddin pada mulanya adalah guru PGAN Curup, lalu pada masa kepemimpinan Ardani Baki sebagai Kakanwil, beliau dimutasikan sebagai Kepala PGAN Bengkulu merangkap sebagai sopir pribadi Ardani dan kemudian diangkat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha kanwil dan kemudian dilantik menjadi Kepala Kanwil termuda dengan golongan III/a. 
 
Selama memimpin Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, beliau menerapkan azaz monoloyalitas bagi korpri sebagai implikasi azaz tunggal yang menjadi jargon politik orde baru. Beliau juga menjadi Ketua Gabungan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam (GUPPI). Beliau merupakan tipe pemimpin yang birokrat dan politikus.
 
 
5. Drs. H. A. K. Ghafur (1992-1997)
 
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu selanjutnya adalah Drs. H. A.K Ghafur. Beliau adalah sosok pemimpin yang sederhana, kharismatik, dan low profile. Pada masa kepemimpinannya, terjadi kemajuan dalam hal pembangunan fisik dan non fisik. 
 
Program pembangunan yang beliau perjuangkan adalah pembangunan Gedung Asrama Haji Bengkulu di padang Kemiling dan penegerian Madrasah. Pada masa kepemimpinannya, banyak madrasah yang dinegerikan, walaupun fisik bangunannya masih sederhana.
 
 
6. Drs.H.Ngatidjan (1997-2000)
 
Pengganti AK.Ghafur adalah Drs.H.Ngatijan yang memimpin dalam kurun waktu cukup singkat, yaitu dua tahun.
 
Singkatnya waktu itu pelayanan berjalan seperti biasanya, tidak terjadi perkembangan yang signifikan dan monumental khususnya dari sisi sarana dan infrastruktur. Karena pada tahun 2000 beliau pindah tugas ke Kantor Kementerian Agama Pusat di Jakarta.
 
 
7. Drs. H. Mukhtaridi Baijuri, MM (2000-2008)
 
Pengganti Drs. H. Ngatijan adalah Drs. H. Mukhtaridi Baijuri, MM. Beliau lahir di Tanjung Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan pada tanggal 14 Juni 1948. Beliau memimpin Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu selama dua periode. Mukhtaridi mengawali karirnya di Kementerian Agama sebagai staf Pembimbing Haji pada tahun 1976 semasa kepemimpinan Yusuf Abdul Aziz. 
 
Kemudian beliau menjadi Kasubbag Dalagram (1977), Kabid Penais tahun 1982, Kakanmenag Rejang Lebong (1984), Kabag Sekretariat (1988). Kemudian tahun 1988 beliau menjadi Kepala Biro Administrasi, Keuangan dan Akademik IAIN Raden Fatah Palembang. 
 
Tahun 2000 beliau kembali ke Bengkulu sebagai Kepala Kanwil. Semasa kepemimpinannya, beliau melakukan penataan kembali organisasi, struktur serta tupoksi sesuai dengan KMA. Ia berusaha merefungsionalisasi tugas bidang dan jajarannya. 
 
Salah satunya adalah penataan tupoksi Bidang Mapenda, Pekapontren dan Penamas yang terkesan tumpang tindih. Beliau juga mereposisi Pembimbing Masyarakat (Bimas) Include sebagai bagian integral Kanwil yang sebelumnya seolah terpisah.
 
 
8. H. Taufiqurrahman, SH, MAP (2008-2012)
 
H. Taufiqurrahman, SH, MAP lahir di Medan, 25 Agustus 1952. Beliau menempuh pendidikan mulai dari sekolah tingkat dasar sampai tingkat atas yaitu dari SD, SMP dan SMA selalu dibarengi dengan menempuh sekolah yang beridentitas agama Islam yaitu Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah, dilanjutkan ke Agama Perguruan Tinggi Sarjana Muda IAIN Sumatera Utara Fakultas Syari`ah dan dilanjutkan menempuh sarjana lengkap pada Fakultas Hukum Administrasi Negara dan pendidikan terakhirnya sebagai Magister Administrasi Publik (MAP).
 
Sesuai dengan besic pendidikan yang beliau miliki, maka dalam memimpin kantor ini beliau menerapkan sistem administrasi yang lebih bagus sesuai aturan dan prosedur tata persuratan yang baik. 
Jabatan penting yang pernah dipegang oleh beliau adalah Kepala Diklat Teknis Keagamaan di Medan tahun 1977-1999. Setelah itu beliau dipercaya menjadi Kepala Bidang Urusan Haji di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dari tahun 1999-2001. Pada tahun 2001-2003 beliau dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. 
 
Setelah itu, tahun 2007-2008 beliau kembali dipercaya untuk memimpin Bidang Haji, Zakat dan Wakaf. Pada tahun 2008 beliau menjadi dosen di IAIN Sumatera Utara hingga akhirnya pada tahun itu juga dilantik menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. 
 
 
9. Dr. H. Suardi Abbas, MH (2012-2015)
 
H. Suardi Abbas, SH, MH, lahir di Bintuhan pada tanggal 25 Mei 1959. Beliau terlahir dari buah perkawinan antara H. Abbas (Almarhum) dengan Hj. Aminah. Dengan berbekal ijazah PGAN Ia mengawali karirnya sebagai PNS pada Kamenterian Agama.
 
Pada tahun 1978 beliau diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan golongan I/b, sebagai staff di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mukomuko Utara Kabupaten Bengkulu Utara, dengan jarak tempuh pada waktu itu lebih kurang 14 Jam perjalanan dari Kota Bengkulu dengan menggunakan mobil dan kapal laut. Setelah pemekaran daerah di Provinsi Bengkulu, sekarang KUA Kecamatan Mukomuko Utara telah berganti nama menjadi KUA Kecamatan Kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko.
 
Tahun 1995 beliau menamatkan PGAN 6 tahun. Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikan S1 jurusan Hukum dan setelah itu beliau melanjutkan S2 masih dengan konsentrasi hukum dan selesai pada tahun 2007. Sementara gelar doctornya diperoleh di Universitas Bandung (UNISBA). Kemudian, diklat yang pernah beliau ikuti diantaranya adalah diklat kepemimpinan ADUM tahun 2000, PIM III tahun 2005 dan PIM II pada tahun 2013. 
 
Dalam masa kepemimpinannya, H. Suardi Abbas, mengedepankan kedisiplinan yang tinggi sebagai landasan utama dalam bekerja. Kedisiplinan dalam bekerja ini diawali dengan kedisiplinan diri beliau sendiri terlebih dahulu, sehingga seluruh jajarannya berusaha untuk ikut berdisiplin dalam melaksanakan tugas.
 
 
10. Drs. H. Bustasar MS, M.Pd (2015 -2020)
 
Drs. H. Bustasar MS, M.Pd, lahir di Tanah Sirah, Padang,  Provinsi Sumatera Barat, dari buah perkawinan antara Bujang dengan Ibu Rosna. dari kecil Bustasar merupakan pribadi yang pendiam namun bersemangat dalam bersekolah dan Seiring perjalanan waktu dan dorongan orang tua, beliau berpikir bahwa melanjutkan pendidikan merupakan keharusan. 
 
Maka beliau melanjutkan pendidikan strata 1 (S1) pada Fakultas Tarbiyah dengan Jurusan Tadris Bahasa Indonesia dan selesai pada Tahun 1990 di Institut Agama Islam Negeri Padang. Setelah memperoleh gelar Dokterandus, Bustasar muda mengadu nasib di Provinsi Bengkulu dengan mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil pada Departemen Agama, dan dinyatakan lulus serta mendapat tugas pertama kali mengajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 jarak jauh Kepahiang yang saat itu telah bergabung dengan Kabupaten Rejang Lebong.
 
Bustasar juga menempuh pendidikan strata 2 (S2) pada Program Magister Pendidikan Universitas Bengkulu dan selesai Tahun 2008.  Bustasar mengawali kariernya sebagai CPNS Pangkat/Golongan III/a dengan tugas sebagai pengajar. pada tahun 1997 Bustasar diberi kepercayaan sebagai Wakil Kepala MAN Kepahiang Bidang Kurikulum dan selanjutnya ditahun 1999 Bustasar diangkat menjadi Kepala Madrasah Aliyah Swasta Darul llmi Kabupaten Mukomuko, kemudian Kepala MAN Ipuh serta pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mukomuko, Kepahiang dan Bengkulu Utara. 
 
Pada akhir tahun 2015 Bustasar dipercaya Menteri Agama Republik Indonesia menjadi Pgs. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Sampai pada akhirnya pada 10 Oktober 2016 ia dilantik menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, dan menduduki jabatan tersebut hingga 15 September 2020 dan selanjutnya dirotasi sebagai Kepala Biro IAIN Metro Lampung.
 
 
11. Dr. H. Zahdi, M.HI (2020-2022)
 
Dr. H. Zahdi, M.HI, Lahir di Desa Tunggang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu pada tanggal 19 Oktober 1967, menempuh pendidikan sarjana di IAIN Raden Fatah Pelembang, S2 di STAIN Bengkulu dan S3 di UIN Raden Intan Lampung, dan mendapat gelar Doktor pada 15 September 2021. 
 
Mengawali karir jabatan sebagai Kepala KUA Kecamatan Kaur Selatan pada tahun 1997 hingga 1999, selanjutnya Kepala KUA Talo selama 4 tahun yaitu sejak tahun 1999 hingga 2003. Selain sebagai Kepala KUA, beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Penyuluhan dan Lembaga Dakwah pada tahun 2004 hingga 2006, Kepala Seksi Perjalanan dan Sarana Haji Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu tahun 2006 hingga 2009. 
 
Dengan kinerja yang baik, karirnya terus meningkat hingga pada tahun 2009 dia diberi amanah untuk menjabat sebagai Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf, hingga tahun 2013, dengan adanya perubahan nomenklatur Kementerian Agama, ia mendapat amanah diposisi yang sama yaitu untuk melanjutkan jabatan sebagai Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh dari tahun 2013 hingga tahun 2017. 
 
Setelah Kurang lebih 8 tahun menjabat sebagai kepala bidang, walaupun hanya sekitar 2 bulan, beliau juga pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebong, dan selanjutnya dipromosikan menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Metro Lampung sejak Mei 2017 hingga September 2020. Pada Tanggal 15 September 2020, sosok yang ulet dan pekerja keras ini kembali mendapat amanah dengan menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sampai bulan September tahun 2022, selanjutnya beliau di rotasi sebagai Kepala Biro AUAK IAIN Curup Provinsi Bengkulu
 
 
12. Dr. H. Muhammad Abdu, S.Pd.I.,MM (2022 s/d 2025)
 
Dr.H. Muhammad Abdu, S.Pd.I,MM, merupakan putra bungsu dari 6 bersaudara yang lahir di Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 10 Agustus 1969, dari buah perkawinan antara Syaharuddin dan Dewa. 
Ia terlahir dari keluarga yang cukup sederhana ditambah dengan pendididkan yang ditanamkan kedua orang tuanya, maka ia dikenal sebagai seorang anak yang memiliki sikap disiplin dan tegas, sehingga membentuk Muhammad Abdu sebagai pribadi yang taat beribadah, rajin, jujur dan senantiasa terus menebar kebaikan. 
 
Karir PNS beliau dimulai pada tahun 2003 setelah ia diberi amanah sebagai Kepala MIN Lubuk Kupang Kabupaten Musi Rawas hingga tahun 2007 dan saat menjabat sebagai kepala MIN, Muhammad Abdu juga sambil mengikuti kuliah tingkat Sarjana S.1 di STAIS Bumi Silampari dan selesai pada tahun 2004.
 
Dengan menerapkan kerja yang sungguh-sungguh dan disipilin,  pada tahun 2007 ia dirotasi untuk mendudduki jabatan sebagai kepala MTsN Lubuk Lingguu dan dua tahun kemudian ia kembali dipromosikan dengan jabatan sebagai Kepala MAN 2 Lubuk Linggau. 
 
Pada tahun 2010 Muhammad Abdu memutuskan untuk meniti karir pada jabatan Struktural dengan menjabat sebagai Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kota Lubuk Linggu hingga tahun 2013. Dengan berbagai prestasinya, karir Muhammad Abdu terus meningkat dengan dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Musi Rawas Selama tiga tahun, untuk selanjutnya dirotasi menjadi kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim selama kurang lebih 3 Tahun dan pada saat itu juga beliau kembali melanjutkan pendidikan Magister di STIE Musi Rawas dan selesai pada tahun 2018.
 
Pejalanan karir beliau tidak terhenti sampai disitu, setelah pada tahun 2018 ia dipromosikan menduduki jabatan eselon II yaitu sebagai Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan IAIN Curup selama lebih dari 4 Tahun dan pada akhirnya pada 3 Oktober 2022 dia diberi amanah oleh Menteri Agama untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu hingga sekarang. 
 
Selain aktif pada beberapa organisasi keagamaan, seperti Ketua LP Ma'arif  NU Lubuk Linggau dan Dewan Penasehat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama, atas dedikasi dan jasa jasanya Kandidat Doktor ini juga telah memperoleh tanda jasa Satya Lencana Karya Satya 10 dan 20 tahun dari Presiden Republik Indonesia.
 
 
13. Dr.H.Saefudin,S.Ag.,M.Si (2025 s/d Sekarang)
 
Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si, Lahir di Kota Gresik Jawa Timur tanggal 5 Januari 1975, beliau dilahirkan dari kalangan sederhana dan religius, orang tuanya selalu mengajarkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, kejujuran, disiplin dan kerja keras dalam menjalani kehidupan.
 
Suami dari Nyimas Mariam yang telah dikaruniai tiga orang anak ini, mengawali karir jabatannya dari seorang Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Pagar Alam Selatan, Provinsi Sumatera Selatan pada Tahun 2003-2007, karirnya terus meningkat dengan dipercaya menjabat sebagai Kasubbag Humas dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2008-2016.
 
Perjalanan karirnya sebagai Kasubbag Humas yang cukup panjang, membuka relasinya semakin luas, sehingga selain memimpin tugas dan fungsi sebagai subKoordinator Umum dan Humas, ia juga dipecaya menjadi pengelola pengadaan barang dan jasa pada tahun 2017-2022.
 
Perjalanan Karir Lelaki berjiwa seni, dengan menjadikan Raja Dangdut, Rhoma Irama sebagai Idolanya ini, tidak terhenti disitu, dimana pada tahun 2022, ia dipromosikan untuk menduduki jabatan lebih tinggi, yaitu sebagai Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang hingga tahun 2025.
 
Komitmen, disiplin, kerja keras serta doa selalu menjadi landasan utama Saefudin dalam menjalankan tugas, sehingga pada tanggal 12 November 2025 beliau kembali dipromosikan dan dilantik oleh Menteri Agama, Prof. H. Nasaruddin Umar untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi yaitu sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu hingga sekarang.
 
Selain fokus pada paningkatan karirnya sebagai ASN, Saefudin juga dikenal orang yang selalu ingin belajar untuk terus meningkatkan kompetensinya, Gelar Sarjana Agama (S.Ag) diraih pada Fakultas Ushuludin IAIN Raden Fatah Palembang Tahun 2001, Kemudian Pendidikan Magister Sains (M.Si) ia tempuh di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pelembang tahun 2015 dan gelar Doktor (Dr) ia raih di UIN Raden Fatah Pelembang Tahun 2019.
 
Dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin selalu mengedepankan nilai-nilai keteladanan, dispilin dan kerja keras kepada ASN, Ia berkomitmen untuk mewujudkan Tata Kelola Birokrasi Kementerian Agama Yang Bersih dan Melayani, dengan harapan akan terwujud layanan publik yang berkualitas.
 
 
 

Kategori: PTSP
Fotografer: Admin Utama

Layanan WA
WA Kami