Peran Muslim dalam Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Marilah kita bersyukur kepada Allah Swt, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah memberi kita nikmat iman, kesehatan, serta kesempatan untuk berkumpul di hari yang penuh berkah ini. Semoga selawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, serta para sahabatnya yang setia dalam menegakkan risalah Islam.
Hadirin jemaah salat Jum’at yang dirahmati Allah Swt.,
Saat ini kita dihadapkan pada tantangan besar dalam kehidupan kita, yaitu perubahan iklim yang semakin memperburuk keadaan alam dan lingkungan hidup. Fenomena ini telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti cuaca ekstrem, bencana alam, dan kerusakan ekosistem. Sebagai umat Islam, kita memiliki kewajiban untuk menjaga bumi ini agar tetap lestari dan berkelanjutan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 11:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ
Artinya, "Dan ketika dikatakan kepada mereka, 'Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,' mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang membuat perbaikan."
Ayat ini mengingatkan kita bahwa sebagian orang tidak menyadari dampak negatif yang ditimbulkan oleh perbuatan mereka terhadap alam. Padahal, sebagai umat Islam, kita harus berperan aktif dalam menjaga dan merawat bumi yang merupakan amanah dari Allah.
Hadirin jemaah salat Jum’at yang dirahmati Allah Swt.,
Perubahan iklim adalah hasil dari aktivitas manusia yang tidak memperhatikan kelestarian alam, seperti penggundulan hutan, penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan, serta pemborosan sumber daya alam. Sebagai umat yang memiliki akhlak mulia, kita harus berperan aktif dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Salah satu langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah dengan mengurangi penggunaan energi yang berlebihan dan beralih ke sumber energi yang ramah lingkungan, seperti energi matahari dan angin. Allah Swt memerintahkan kita untuk tidak berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam hal konsumsi.
Dalam Surat Al-A’raf ayat 31, Allah Swt berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ حُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya, "Wahai anak-anak Adam, ambillah perhiasanmu pada setiap masjid dan makanlah serta minumlah, dan janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak suka orang-orang yang berlebihan”.
Ayat ini mengingatkan kita untuk menghindari pemborosan dalam segala hal, termasuk dalam hal penggunaan energi dan sumber daya alam. Dengan hidup sederhana, kita dapat berperan dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan mengurangi jejak karbon yang kita tinggalkan.
Hadirin jemaah salat Jum’at yang dirahmati Allah Swt.,
Sebagai umat Islam, kita harus mengubah pola pikir dan kebiasaan kita yang dapat merusak alam. Salah satu langkah yang sangat penting adalah dengan menjaga kelestarian alam melalui penghijauan dan penanaman pohon. Menanam pohon tidak hanya membantu mengurangi polusi udara, tetapi juga membantu mengurangi dampak pemanasan global yang merupakan salah satu penyebab perubahan iklim. Nabi Muhammad saw bersabda:
Artinya, “Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian pohon/ tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Bukhari)
Melalui hadis ini, kita diajarkan bahwa setiap tindakan yang bermanfaat untuk alam, seperti menanam pohon, akan mendapatkan pahala dari Allah. Menanam pohon tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan oksigen yang diperlukan oleh makhluk hidup di bumi.
Hadirin jemaah salat Jum’at yang dirahmati Allah Swt.,
Selain penanaman pohon dan penghijauan, salah satu aspek penting yang tidak bisa kita abaikan dalam mengurangi dampak perubahan iklim adalah pengelolaan sampah. Sampah, terutama sampah plastik, telah menjadi salah satu masalah terbesar yang memperburuk kerusakan lingkungan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik tidak hanya mencemari tanah dan air, tetapi juga menyumbat saluran drainase, menyebabkan banjir, serta mencemari laut dan membahayakan kehidupan biota laut. Masalah sampah ini mungkin terlihat remeh, namun dampaknya sangat merugikan lingkungan. Nabi Muhammad saw bersabda:
مرَّ رجُلٌ بِعُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ فَقَالَ : وَاللَّهِ لَأُنَحِيَنَّ هذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهُمْ، فَأُدْخِلَ الجُنَّةَ
Artinya, “Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalangi jalan, lalu ia berkata, "Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin," maka Allah pun memasukkannya ke surga," (HR Muslim).
Hadis ini menjelaskan tentang pentingnya menjaga lingkungan, tidak merusak, dan memberikan manfaat kepada sesama. Tindakan sederhana ini, meskipun tampak sepele, diterima oleh Allah sebagai amal baik yang sangat dihargai dan membawanya kepada surga. Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk senantiasa berbuat baik dalam hal apapun, baik dalam menjaga kebersihan, memberikan kenyamanan, maupun menghindari hal-hal yang dapat menyakiti orang lain.
Hadirin jemaah salat Jum’at yang dirahmati Allah Swt.,
Sebagai umat Islam, kita harus menjadi contoh dalam menjaga lingkungan. Marilah kita mulai dengan langkah-langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghemat energi, mengurangi sampah plastik, menanam pohon, dan mendukung kebijakan yang ramah lingkungan. Jika setiap individu melakukan perubahan kecil, maka perubahan besar akan tercipta untuk bumi kita yang lebih baik. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Khotbah Kedua