PASCA PENGALIHAN HAJI, PEMBERDAYAAN RUMAH IBADAH MASUK ASTA PROTAS KEMENAG | MENAG DORONG ASN KEMENAG KUASAI AI BERBASIS NILAI KEAGAMAAN | KEMENAG MEMBUKA PMBM YAKNI SELEKSI MADRASAH NEGERI DAN SWASTA (JALUR PRESTASI, REGULER, DAN AFIRMASI): MARET S.D JULI 2026

Search

Penyuluh Agama Islam Gelar Edukasi Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an di Majelis Taklim

Penyuluh Agama Islam Gelar Edukasi Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an di Majelis Taklim

dokumentasi kegiatan

Seluma (Humas)-- Memasuki minggu pertama bulan suci Ramadhan, jajaran Penyuluh Agama Islam (PAI) menggelar rangkaian edukasi keagamaan secara intensif di berbagai Majelis Taklim. Kali ini Penyuluh Agama Islam Kecamatan Air Periukan Lili Suryani, SHI Mengusung tema "Ramadhan Momentum Membumikan Al-Qur’an dalam Kehidupan", kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an serta memperkuat praktik nilai-nilai islami di tengah masyarakat. Senin, 23/02/2026.
 
Dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Mujahiddin desa Padang Pelasan yang di mulai 14.00. Sampai dengan selesai, Penyuluh menekankan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an tidak boleh berhenti sebatas tilawah (membaca) saja, melainkan harus naik ke level tadabbur (memahami) dan implementasi. Ada tiga pilar utama yang disampaikan oleh Lili dalam rangkaian edukasi kali ini yaitu Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an Memberikan pendampingan bagi anggota majelis taklim yang masih dalam tahap belajar membaca (Iqra/Tahsin).
 
Lili juga Mengajak para ibu majelis Al-Hidayah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi pendidikan karakter anak di rumah. Menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an yang inklusif, toleran, dan membawa rahmat bagi alam semesta (Rahmatan lil 'Alamin). "Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar, tapi adalah 'syahrul Qur’an'. Kami ingin memastikan bahwa di setiap Majelis Taklim, Al-Qur’an benar-benar membumi—artinya pesan-pesannya hidup dalam perilaku sehari-hari, mulai dari jujur dalam berdagang hingga santun dalam bertetangga," ujarnya.
 
Beliau juga menambahkan bahwa antusiasme jamaah tahun ini meningkat signifikan, hal ini terlihat dari penuhnya kuota kehadiran di setiap sesi diskusi interaktif yang dibuka setelah ceramah. Melalui edukasi ini, diharapkan Majelis Taklim tidak hanya menjadi tempat berkumpul secara sosial, tetapi bertransformasi menjadi pusat peradaban ilmu. Dengan "membumikan" Al-Qur'an, diharapkan muncul lingkungan masyarakat yang lebih harmonis dan religius pasca-Ramadhan nanti.
 
Harun, S.Ag., MH selaku Kepala KUA Kecamatan Air Periukan mengapresiasi Terhadap Peran Penyuluh "Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Penyuluh Agama Islam yang telah bergerak aktif di Majelis Taklim. Ini adalah bukti bahwa KUA tidak hanya melayani urusan administratif pernikahan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pembinaan mental dan spiritual umat, khususnya di bulan suci Ramadhan." Tutupnya.(Naf/Nnr)

Kategori: Layanan Keagamaan
Fotografer: Kontributor Seluma

Layanan WA
WA Kami