“Bila seorang anak menggendong ayahnya dipundak kiri dan ibunya di pundak kanan selama seratus tahun, maka anak tersebut belum cukup membalas jasa kebaikan yang mendalam dari orangtuanya.” Anguttara Nikaya Bab IV ayat 2
Dalam Dhammapada Bab XXIII ayat 332, Sang Buddha bersabda, “Berlaku baik terhadap ibu merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini ; berlaku baik terhadap ayah juga merupakan kebahagiaan. Berlaku baik terhadap pertapa merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini, berlaku baik terhadap Para Ariya juga merupakan kebahagiaan”. Sebagai anak sudah seyogyanya berusaha melakukan kewajibannya sebagai anak dengan sebaik-baiknya.
1. Merawat dan menunjang kehidupan orangtuanya terutama dihari tua mereka.
3. Menjaga nama baik dan kehormatan keluarganya.
5. Memberikan jasa-jasa kebahagiaan kepada orangtuanya yang telah meninggal dunia.
Ketika orangtua masih hidup sebagai anak melakukan kewajiban dengan cara merawat dan menunjang kebutuhan mereka dengan memberikan pelayanan berupa memberikan makanan demikian pula ketika mereka sakit maka anak berkewajiban untuk merawat orangtuanya. Pada saat orangtua menghadapi masalah maka anak-anaknya membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi orangtua dan tidak membuat masalah baru yang dapat membuat khawatir orangtua. Menjaga nama baik keluarga dengan cara berprilaku yang baik dan tidak melanggar aturan negara dan aturan agama. Menjaga dan mempertahankan kekayaan yang telah diwariskan dengan tidak melalukan perjudian, mabuk-mabukan, bermain perempuan, pesta pora dan lain sebagainya tetapi melaksanakan mata pencaharian benar,
Sesuai dengan isi sutta tersebut, maka sebagai anak untuk membalas jasa kebajikan orangtua yang sudah meninggal dapat dilakukan dengan cara memberikan dana kepada Sangha atas nama orangtua atau leluhur baik berupa makanan, dana jubah atau dana obat-obatan. Demikian pula, ketika melakukan perbuatan-perbuatan baik lainnya hendaknya selalu melimpahkan jasa kebajikan kepada leluhur atau kepada orangtua yang telah meninggal karena jasa kebajikan yang telah dilakukan oleh keluarga sangat membantu leluhur yang mengkin terlahir dialam peta agar terlahir kembali dialam yang lebih baik lagi. Akan tetapi, jika leluhur terlahir di alam bahagia tentu jasa kebajikan yang telah dilakukan oleh keluarganya juga tidak sia-sia. Dengan selalu mengingat dan menghargai jasa leluhur maka sebagai anak juga diingatkan melimpakan jasa kebajikan pula kepada leluhur.
Dedy Darma (Penyuluh Agama Buddha Kemenag Kota Mataram, Provinsi NTB)