Potret Siswa MIN 2 Saat Mengikuti Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Bengkulu Tengah (Humas) - Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di MIN 2 Bengkulu Tengah berlangsung lebih menarik dengan penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada materi perubahan wujud benda, melalui metode ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga belajar melalui praktik secara langsung, Rabu, (05/02).
Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, siswa dilibatkan dalam proyek sederhana yang mengamati berbagai proses perubahan wujud benda, seperti mencair, membeku, menguap, dan mengembun. Siswa melakukan pengamatan, berdiskusi dalam kelompok, serta menyampaikan hasil temuan mereka secara bersama-sama, sehingga suasana belajar terasa aktif dan menyenangkan.
Guru IPAS MIN 2 Bengkulu Tengah, Coni Fitriani, S.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek membantu siswa lebih mudah memahami konsep karena terlibat langsung dalam proses pembelajaran. “Melalui pembelajaran berbasis proyek, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengalami dan membuktikan sendiri bagaimana perubahan wujud benda terjadi. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini melatih siswa untuk bekerja sama, berpikir kritis, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena alam di sekitar mereka. Melalui inovasi pembelajaran ini, MIN 2 Bengkulu Tengah terus berupaya menghadirkan proses belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. (RA)