PASCA PENGALIHAN HAJI, PEMBERDAYAAN RUMAH IBADAH MASUK ASTA PROTAS KEMENAG | MENAG DORONG ASN KEMENAG KUASAI AI BERBASIS NILAI KEAGAMAAN | KEMENAG MEMBUKA PMBM YAKNI SELEKSI MADRASAH NEGERI DAN SWASTA (JALUR PRESTASI, REGULER, DAN AFIRMASI): MARET S.D JULI 2026

Search

Bahas Keberhasilan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di Arga Makmur, ANTARA Interview Kakanwil Kemenag Bengkulu.

Bahas Keberhasilan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di Arga Makmur, ANTARA Interview Kakanwil Kemenag Bengkulu.

Proses Record oleh ANTARA di Ruang Ka.Kanwil Kemenag Bengkulu

Bengkulu  – Kantor Berita ANTARA melakukan wawancara khusus bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Dr.H.Saefudin,S.Ag,.M.Si  terkait program strategis Kementerian Agama dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat yang telah berjalan selama 3 tahun dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dalam wawancara tersebut, Kakanwil menyampaikan bahwa salah satu program pemberdayaan ekonomi umat yang dinilai berhasil adalah program yang telah dijalankan di wilayah KUA Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Program tersebut terbukti memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya bagi kelompok penerima manfaat yang sebelumnya berada dalam kategori ekonomi lemah.

Kakanwil menjelaskan bahwa program pemberdayaan ekonomi umat merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui pendekatan keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan, yang juga termasuk dalam Asta Protas Kementerian Agama.

“Program ini tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Di Arga Makmur, kita melihat langsung adanya peningkatan pendapatan dan perubahan pola hidup masyarakat penerima manfaat,” ungkap Kakanwil.

Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan bahwa keberhasilan program di Arga Makmur akan menjadi model untuk dikembangkan lebih luas. Ke depan, program pemberdayaan ekonomi umat ini direncanakan akan diperluas ke seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, KUA memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan Kementerian Agama di tingkat kecamatan sehingga sangat tepat dijadikan pusat penguatan ekonomi umat berbasis komunitas.

“Kita ingin program ini tidak berhenti di satu titik. Ke depan, kita akan dorong agar seluruh KUA dapat mengimplementasikan program pemberdayaan ekonomi umat. Harapannya, tagline yang selama ini kita gaungkan, yaitu ‘Mengubah Mustahiq Menjadi Muzakki’ benar-benar terwujud,” jelasnya.

Tagline tersebut, lanjut Kakanwil, menjadi simbol bahwa masyarakat yang awalnya menerima bantuan atau berada dalam kondisi kekurangan (mustahiq), nantinya mampu bangkit, mandiri, bahkan menjadi pemberi zakat (muzakki). Hal ini menjadi gambaran kemajuan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Dalam wawancara itu, Kakanwil juga menekankan pentingnya edukasi publik terkait fungsi KUA yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa KUA bukan hanya tempat pengurusan pernikahan calon pengantin, melainkan memiliki peran besar dalam pelayanan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

“KUA bukan hanya urusan nikah. KUA adalah ujung tombak Kementerian Agama di masyarakat. KUA juga menjadi pusat layanan keagamaan sekaligus berperan dalam program pemberdayaan ekonomi umat,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut bahwa KUA sejatinya dapat berfungsi sebagai public relation Kementerian Agama di tingkat kecamatan karena menjadi titik paling dekat dengan masyarakat dan memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi program-program pemerintah kepada umat.

Wawancara bersama ANTARA ini menjadi bagian dari upaya penyebarluasan informasi kepada masyarakat luas bahwa Kementerian Agama terus berkomitmen menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan umat, tidak hanya dalam pelayanan administrasi keagamaan tetapi juga dalam aspek pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Kakanwil berharap masyarakat dapat semakin memahami peran KUA sebagai pusat layanan umat yang holistik serta menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan.

“Dengan kolaborasi semua pihak, Kementerian Agama, Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan masyarakat secara lebih luas, kita optimis program ini akan semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Bengkulu,” pungkasnya. (Dina)

 


Kategori: Kehumasan
Fotografer: Fardiana

Layanan WA
WA Kami