PASCA PENGALIHAN HAJI, PEMBERDAYAAN RUMAH IBADAH MASUK ASTA PROTAS KEMENAG | MENAG DORONG ASN KEMENAG KUASAI AI BERBASIS NILAI KEAGAMAAN | KEMENAG MEMBUKA PMBM YAKNI SELEKSI MADRASAH NEGERI DAN SWASTA (JALUR PRESTASI, REGULER, DAN AFIRMASI): MARET S.D JULI 2026

Search

Gandeng Puskesmas, KUA Bermani Ulu Bekali Calon Pengantin Edukasi Kesehatan Reproduksi

Gandeng Puskesmas, KUA Bermani Ulu Bekali Calon Pengantin Edukasi Kesehatan Reproduksi

Rejang Lebong  (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong menggandeng UPT Puskesmas Kampung Melayu dalam menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi (kespro) bagi calon pengantin (catin), Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari penguatan layanan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang terintegrasi dan berorientasi pada kesiapan membangun keluarga sakinah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Bermani Ulu, Yusman Haris, S.Sos., MM, bersama tim tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Kampung Melayu, yakni Lidiya Jeneta, Amd.Keb dan Windi Juliatama Putri, Amd.Kes. Penyuluhan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara KUA dan Puskesmas dalam rangka sinergi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Yusman Haris menegaskan bahwa penyuluhan ini bertujuan membekali calon pengantin dengan pemahaman dasar terkait kesehatan reproduksi sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar calon pengantin memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi. Pernikahan bukan hanya sah secara agama dan negara, tetapi juga harus didukung kesiapan fisik dan mental,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa materi bimbingan perkawinan tidak hanya berfokus pada aspek syariat dan tata cara pernikahan, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan sebagai bekal penting dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis.

Menurutnya, kolaborasi antara Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program pembangunan keluarga sakinah, sekaligus pencegahan berbagai risiko kesehatan di lingkungan keluarga.

“Program ini sangat efektif karena menyasar langsung calon pengantin sebagai fondasi pembentukan keluarga. Pembekalan sejak dini sangat penting agar mereka siap menghadapi kehidupan berumah tangga,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan UPT Puskesmas Kampung Melayu, Lidiya Jeneta, Amd.Keb, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi perlu dipahami oleh pasangan muda untuk mencegah berbagai risiko, seperti penyakit menular seksual dan dampak pernikahan tanpa kesiapan kesehatan.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa kesehatan reproduksi adalah tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Keduanya harus saling mendukung dalam menjaga kesehatan keluarga,” jelas Lidiya.

Ia juga menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang akurat, mudah dipahami, dan aplikatif bagi calon pengantin.

Adapun peserta penyuluhan kali ini diikuti oleh satu pasangan calon pengantin asal Desa Baru Manis, yaitu Apriliansyah dan Rega Yananda, yang dijadwalkan melangsungkan akad nikah pada Rabu, 11 Februari 2026 mendatang yang bertempat di kediaman mempelai wanita di Desa Baru Manis.

Kegiatan penyuluhan turut dihadiri jajaran tenaga kesehatan UPT Puskesmas Kampung Melayu serta seluruh pegawai KUA Kecamatan Bermani Ulu. Melalui kegiatan ini, diharapkan calon pengantin memiliki kesiapan yang lebih matang dalam membangun rumah tangga yang sehat, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. (Sendi)

Layanan WA
WA Kami