Bengkulu (Humas) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu melaksanakan pembinaan kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II optimalisasi pada apel pagi yang digelar di halaman Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Selasa (03/02).
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh 105 orang PPPK Tahap II optimalisasi yang bertugas di berbagai satuan kerja di bawah naungan Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, baik pada Kantor kementerian agama kabupaten/kota, maupun unit kerja madrasah dan Kantor Urusan Agama.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya rasa syukur atas amanah yang telah dipercayakan kepada para PPPK. Ia menyampaikan bahwa kesempatan untuk mengabdi sebagai PPPK merupakan hasil dari proses dan tanggung jawab yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh.
“Kita harus mensyukuri amanah yang hari ini kita emban. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan kinerja, integritas, dan komitmen dalam melayani,” tegas Kakanwil.
Menurutnya, rasa syukur tersebut harus diwujudkan melalui kinerja yang optimal, sikap profesional, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil juga menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai nilai dasar yang wajib dijunjung tinggi oleh seluruh ASN, termasuk PPPK. Ia mengingatkan bahwa kedisiplinan merupakan cerminan integritas dan tanggung jawab, yang dimulai dari hal-hal mendasar seperti kehadiran, ketepatan waktu, dan kepatuhan terhadap aturan.
“Disiplin adalah pintu masuk dari profesionalisme. Kalau disiplin sudah diabaikan, maka pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat juga akan terdampak,” ujarnya.
Melalui pembinaan ini, Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu berharap seluruh PPPK Tahap II optimalisasi mampu memahami peran strategisnya di masing-masing satuan kerja serta berkontribusi secara nyata dalam mendukung peningkatan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan di Provinsi Bengkulu.