Hadiri Rakernas, Kakanwil Ajak Umat Bengkulu Rajut Kerukunan Menuju Indonesia Emas 2045

Kakanwil Kemenag Bengkulu Dr. H. Muhammad Abdu.,S.Pd.,I.,M.M ketika menghadiri Rakernas 2024.

SEMARANG --- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Dr. H. Muhammad Abdu.,S.Pd.,I.,M.M menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2024. Dalam kegiatan tersebut, mengevaluasi sejumlah capaian kinerja 2023 sekaligus target program 2024.

Rakernas Kementerian Agama dibuka oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, yang berlangsung di Semarang, 5 – 7 Februari 2024. Forum rapat tertinggi ini juga diikuti para pejabat Eselon I dan II, Kanwil Kemenag Provinsi, serta pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Rakernas kali ini mengangkat tema “Transformasi Kementerian Agama Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kakanwil mengungkapkan, dalam kegiatan itu, selain mengevaluasi sejumlah capaian kinerja 2023 sekaligus target program 2024. Rakernas juga merumuskan sejumlah langkah strategis dalam rangka menguatkan rajutan kerukunan umat pascapemilu 2024.

‘’Ada beberapa langkah strategis yang harus kita rajut pascapemilu 2024. Dan ini bagian tangungjawab kita bersama, karenanya saya mengajak umat dan jajaran Kemenag se-Provinsi Bengkulu mari kita dukung program Pemerintah untuk  merajut Kerukunan Umat Beragama Menuju Indonesia Emas 2045,’’ pinta Muhammad Abdu.

Kakanwil menambahkan, Rakernas juga bertujuan mempertajam arah kebijakan Kementerian Agama dalam mencapai target rencana strategis 2020-2024. Forum ini juga akan menjadi ajang untuk mensosialisasikan program direktif Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

‘’Hasil ini akan segera kita tindaklanjuti melalui rakerwil di masing-masing Satuan Kerja. Apalagi ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sejumlah capaian kinerja 2023.  Kita juga akan mengkaji kembali juga target Kemenag 2024 berikut strategi pencapaiannya,” tegas Kakanwil.

Sementara itu mengutip laman resmi Kemenag RI, Sekjen Kemenag Nizar Ali mengatakan, Rakernas 2024 sangat strategis karena dua alasan. Pertama, tahun ini merupakan tahap akhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pada saat yang bersamaan, RPJMN 2020 – 2024 juga merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025.

Sebagai kementerian yang bertugas dalam pembangunan di bidang agama, Kemenag mempunyai peran strategis dalam peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan agama dan keagamaan. Hasil kerja keras itu mulai kentara. Kualitas lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama makin maju dan kompetitif, bahkan menjadi pilihan utama masyarakat.

“Kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan binaan Kemenag terus meningkat. Pada saat yang sama, kualitas layanan publik di Kemenag juga terus ditingkatkan. Tahun 2023 menjadi momentum penting proses transformasi digital di Kemenag hingga banyak mendapat prestasi dan apresiasi,” sambungnya.

Kedua, tahun ini diselenggarakan pemilihan umum. Potensi terjadinya segregasi harus dimitigasi agar kerukunan umat tetap terjaga. Menurut Nizar, Kemenag mengemban mandat penguatan moderasi beragama guna terus merawat kerukunan umat.

“Kerukunan sangat penting, karena menjadi prasyarat kelangsungan pembangunan. Ini salah satu peran strategis Kemenag dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional,” demikian Nizar.


TERKAIT

Wilayah LAINNYA