Guru MIN 1 Kaur Beri Pemahaman Siswa Bercocok Tanam

Kaur (Humas) --- Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kaur melaksanakan kegiatan bercocok tanam sayuran, buah-buahan, dan bunga di pekarangan Madrasah dengan media pot polybag, di Mata Pelajaran (Mapel) P5-PPRA merupakan singkatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap nilai-nilai Pancasila dan konsep Rahmatan Lil Alamin.

Dalam Profil Pelajar Pancasila terdapat beberapa dimensi dan nilai yang menunjukkan bahwa profil pelajar tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia yang Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, Berkebhinekaan global, Bergotong-royong, Mandiri, Bernalar kritis, Kreatif. Selasa (05/07/2024)

untuk itulah Bercocok tanam di lingkungan sekolah menjadi salah satu kegiatan positif bagi siswa. Terlebih, mereka bisa mengenal lebih dekat soal melestarikan lingkungan sekitar.

Selly Sumiyanti, S.Hum, pembina teknis MIN 1 Kaur  tersebut, menyampaikan, pihaknya menginginkan anak didiknya memiliki kecakapan hidup sejak dini. Ada beberapa materi budi daya yang diajarkan kepada para siswa dari SD kelas VI. Seperti materi menanam sayur, buah-buahan, dan bunga pada lahan sempit.

“Semua diajarkan oleh para tenaga pendidik, dari materi hingga mempraktikkan secara langsung. Saat ini para siswa secara mandiri sudah bisa menanam bibit, merawat tanaman, membuat pupuk organik, hingga melakukan pemanenan. Terbukti dengan telah berhasilnya panen tanaman kangkung yang di lakukan siswa/I kelas VI kemaren” Tutur Selly Sumiyanti

Tahapan pembelajaran bercocok tanam itu pun ada berbagai macam. Di antaranya pemberian materi budi daya, pemanfaatan limbah sebagai media tempat tanam serta pembibitan, dan pembuatan pupuk organic, perawatan tentunya juga diajarkan. Siswa diajarkan selalu mengontrol tanamannya setiap hari di sekolah.

Selain itu, ada tahap pemanenan. “Kalau anak SMP/MTS sudah biasa melakukan penanaman seperti ini di sekolah. Tetapi, ini kami mengajarkan anak SD/MI kelas VI. Kami berharap apa yang kami ajarkan ini bisa terus teraplikasikan hingga mereka dewasa nanti,” pungkasnya.

Jamila, S.Pd.I selaku kepala Madrasah sangat mendukung hal tersebut, karna menurut beliau ilmu pengetahuan dan pengalaman seperti ini akan sangat berguna di masa akan datang bagi anak-anak didik kita semua nantinya,

“Saya sangat merasa bangga dengan guru Pembina yang telah berhasil menuntun para siswa/I sehigga bisa berkembang sejauh ini” Ungkap Jamila (PUJA)


TERKAIT

Berita LAINNYA