Apresiasi Kinerja Dua Dai 3T, Kakanwil: Terimakasih Telah Mengabdi Untuk Umat

Kabid Penais Zawa H. Arsan Suryani Ibrahim mewakili Kakanwil Dr. H. Muhammad Abdu,S.Pd.I.,M.M ketika menerima cindera mata dari Dua Dai 3T

BENGKULU (HUMAS) --- 2 (Dua) penceramah atau Dai yang ditugaskan oleh Kementerian Agama RI ke wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) di wilayah Provinsi Bengkulu telah tuntas melaksanakan tugas.

Mereka telah dilepas secara resmi untuk kembali ke daerahnya oleh Kabid Penais Zawa H. Arsan Suryani Ibrahim mewakili Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Dr. H. Muhammad Abdu,S.Pd.I.,M.M.Minggu, (31/3/2024).

Dua dai tersebut adalah, Ustad Abdul Latif dari Provinsi Banten, Ustad Ahmad Syauqu dari Depok. Kakanwil menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada kedua da’i terpilih yang telah mengabdi untuk umat, agama dan negara melalui jalan dakwah Islam. Khususnya di wilayah Kecamatan Napal Putih dan Ulok Kupai Kabupaten Bengkulu Utara.

‘’Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi. Semoga bantuan Dua Dai dalam menyebarkan penguatan pemahaman keagamaan moderat khususnya bagi masyarakat di Bengkulu Utara menjadi ladang ibadah di Bulan suci Ramadhan ini,’’ ungkap Arsan.  

Apalagi diungkapkan Arsan, kehadiran kedua ustad kondang tesebut disambut antusias oleh masyarakat, terutama bagaimana menyejukkan umat disituasi pasca Pemilu 2024.

‘’Kami juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan Pemda setempat dalam mendukung program Kemenag RI ini,’’ ujar Arsan.

Diketahui bahwa program besutan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini rutin dilaksanakan setiap Ramadan, yang memang ditugaskan untuk berdakwah memberikan edukasi positif kepada umat di Pulau terluar Provinsi Bengkulu tersebut.

Dengan demikian Arsan berharap, adanya penambahan kuota penempatan khususnya di wilayah Provinsi Bengkulu. Mengingar Bumi Raflesia ini sangat membutuhkan pembinaan umat islam, terutama dalam memberikan bimbingan membaca al-Qur’an, pemahaman tentang ketauhidan dan wawasan fikih ibadah yang masih rendah, serta aspek-aspek muamalah-perekonomian Islam yang masih kurang dikenalkan.

 


TERKAIT

Wilayah LAINNYA