Humas (Seluma) - Kantor Urusan Agama Kecamatan Air Periukan melalui Penyuluh Agama Islam ajak Jama'ah Majlis Taklim Al-Mukmin untuk saling memaafkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam sesi Bimbingan dan Penyuluhan pada Hari Jum'at lalu selepas sholat Ashar. (Senin, 24 Februari 2025).
Bimbingan dan Penyuluhan ini, dihadiri oleh 20 jamaah Majelis dan Taklim dan Takmir Masjid, dimana membahas hal yang kaitannya dengan tradisi Masyarakat Indonesia pada umumnya ketika menyambut Bulan Suci Ramadhan. Diantara tradisi tersebut adalah "punggahan " dalam istilah masyarakat Jawa dan "doa masuk puaso atau ruwahan" untuk masyarakat Melayu.
M. Wahid Syafiuddin (PAI-F), bahwa pelaksanaan tradisi ini sejatinya bersumber dari nash Al-Qur'an dan Hadis, yang oleh para Ulama di-internalisasi dalam bentuk tradisi :
"Barang siapa yang bergembira dengan masuknya Romadhon, maka Allah mengharamkan jasadnya tersentuh api neraka".
من فرح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران (الحديث)
Dari hadis ini, dapat dipahami bahwa ritual keagamaan seperti punggahan, ruwahan atau doa masuk puaso menjamur dikalangan masyarakat, utamanya menjelang akhir bulan Sya'ban dan beberapa hari menjelang Bulan Suci Ramadhan.
Disampaikan kepada Jama'ah MT Al-Mukmin bahwa selain kita mempersiapkan diri dengan berdoa, kita juga perlu untuk memperbaiki hubungan silaturahmi dengan sesama manusia, dengan cara saling meminta maaf dan saling memaafkan. Ini menjadi penting agar dalam melaksanakan ibadah puasa kita tidak saja bersih dan siap secara jasmani tetapi juga bersih ruhaninya. (Ungkap Wahid).
Harun, S.Ag., M.H (Kepala KUA), menuturkan bahwa bimbingan dan penyuluhan oleh PAI-F kami ini bertema Menyambut Bulan Suci Ramadhan. Maka, mari kita saling memaafkan menyambut Ramadhan, karena dengan saling memaafkan insyallah kita akan lebih khusyu' serta berkualitas dalam menjalankan ibadah puasa kelak.
Harun juga berharap, bahwa tradisi berdoa menyambut bulan puasa bukan saja sebuah seremonial saja, tetapi mestinya di dalamnya juga di isi dengan mendo'akan arwah para leluhur. Agar keberkahan itu hadir untuk kita dan keluarga termasuk yang sudah wafat. (tutupnya).(Naf/Mws)