Capek Puasa, Tapi Pahalanya Tergantung Antara Langit dan Bumi. Ini Penyebabnya !.

Capek Puasa, Tapi Pahalanya Tergantung Antara Langit dan Bumi. Ini Penyebabnya !.

Kota Bengkulu (Humas) - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selebar, Jaudi Hartono, S. Ag., M. H.I. menghimbau kepada Penyuluh Agama  Islam (PAI) agar menyampaikan kepada Pengurus Masjid dan masyarakat luas yang ada di lingkungan kerja Kecamatan Selebar kota Bengkulu. Tentang Qimad atau Besaran Zakat Fitrah untuk wilayah Kota Bengkulu Tahun 1446 H/2025 M.

Adapun Qimad Zakat Fitrah tahun 1446 H/2025 M untuk wilayah Kota Bengkulu sebesar 2,5 Kg beras atau 10 Canting perjiwa. Bila dikonversikan dalam bentuk uang terbagi menjadi 3, yakni : Kualitas 1 sebesar Rp. 45.000/Jiwa, Kualitas 2 sebesar Rp. 40.000/Jiwa dan Kualitas 3 sebesar Rp. 35.000/Jiwa.

Besaran tersebut berdasarkan hasil Rapat Bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Pemda Kota, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, MUI, BAZNAS, Kepala KUA se-Kota Bengkulu, Pengurus Ormas Islam, NU, Muhammadiyah, dan tokoh masyarakat, serta Perwakilan Pengurus Masjid se-Kota Bengkulu. Yang di laksanakan pada tanggal 3 Maret 2025 lalu, bertempat di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kemenag Kota Bengkulu.

Kepala KUA Selebar, Jaudi Hartono, S. Ag., M. H.I.  menyampaikan hal ini perlu di sampaikan kepada masyarakat, karena Zakat Fitrah merupakan hal penting dalam ajaran agama Islam.

"Bila seseorang yang berpuasa dan tidak membayar Zakat Fitrah, Jaudi Hartono, S. Ag., M. H.I. maka amalnya akan tergantung antara langit dan bumi (amalnya tidak sampai kepada Allah).  Ibnu Syahin meriwayatkan hadits dalam kitab Targhib wad Dhiya’ dari sahabat Jarir: "(puasa pada) bulan Ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah kecuali dengan Zakat Fitrah”. Papar Jaudi Hartono, S. Ag., M. H.I., Rabu (19/03/25)

(Red/Andri/PopiHumas)


TERKAIT

Berita LAINNYA