Disambut Kakanwil, 2 Dai Siap Sebarkan Paham Moderasi Beragama

2 (Dua) Dai 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) telah tiba Provinsi Bengkulu, dan disambut langsung oleh Kakanwil Kemenag Dr. H. Muhammad Abdu,S.Pd.I.,M.M.Jum’at, (1/3/2024).

BENGKULU (HUMAS) --- 2 (Dua) penceramah atau Dai yang ditugaskan ke wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) telah tiba Provinsi Bengkulu, dan disambut langsung oleh Kakanwil Kementerian Agama Dr. H. Muhammad Abdu,S.Pd.I.,M.M.Jum’at, (1/3/2024).

Dua dai tersebut adalah, Ustad Abdul Latif dari Provinsi Banten, Ustad Ahmad Syauqu dari Depok. Mereka disambut di ruang kerja Kakanwil, didampingi Kabid Penais Zawa Drs. H. Arsan Suryani Ibrahim dan Kakan Kemenag Bengkulu Utara Dr. H. Novian Gustari.,M.Pd.I.

‘’Selamat datang di Bumi Raflesia. Semoga Bapak Ustad, bisa betah dan bersinergi menyebarkan penguatan pemahaman keagamaan moderat khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara,’’ ungkap Kakanwil.

Kakanwil didampingi Arsan berharap dukungan dari masyarakat dan Pemda setempat dalam mendukung program Kemenag RI ini.

‘’Terutama bagaimana menyejukkan umat disituasi pasca Pemilu 2024,’’ pinta Kakanwil.

Dikesempatan yang sama, Ustad Abdul Latif dan Ustad Ahmad Syauqu menyatakan siap memberikan edukasi-edukasi positif kepada umat.

‘’Terutama dalam menyebarkan Paham Moderasi Beragama, memberikan bimbingan membaca al-Qur’an, pemahaman tentang ketauhidan dan wawasan fikih ibadah yang masih rendah, serta aspek-aspek muamalah-perekonomian Islam yang masih kurang dikenalkan,’’ tutur Ustad Syauqu.

Apalagi mereka hadir dalam rangka, untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta melestarikan budaya.

‘’Karenanya kami butuh sinergi dan kolaborasi dari masyaraka, Kemenag dan Pemda setempat,’’ pungkas Ustad Syauqu.

Sementara itu, Kakan Kemenag Bengkulu Utara Novian Gustari menjelaskan, kedua Ustad ini rencananya akan dikirimkan ke Pulau Enggano. Namun karena prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu merilis peringatan dini cuaca buruk, penempatan tugas dialihkan ke wilayah Kecamatan Napal Putih dan Ulok Kupai.  

‘’Kondisi saat ini ketinggian gelombang mencapai 4,5 meter di perairan Bengkulu hingga Pulau Enggano hingga pada tanggal 15 Maret 2024. Sehingga sejumlah armada transportasi yang melayani rute Kota Bengkulu-Pulau Enggano sementara tidak beroperasi,’’jelas Novian.

‘’Namun demikian, kita berharap kondisi ini tidak menyurutkan semangat para dai untuk menyebarkan program-program keagamaan khususnya bagi umat di Bengkulu Utara,’’ demikian Novian.


TERKAIT

Wilayah LAINNYA