Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Uci Saputri Siap Lanjutkan Kiprah di Ajang PAI Award Nasional

Bengkulu (Humas) - Uci Saputri, perempuan kelahiran 18 Februari 1993, meraih penghargaan Terbaik Satu Kategori Pendampingan Kelompok Rentan dalam gelaran PAI AWARD yang diselenggarakan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, beberapa saat yang lalu. Uci yang merupakan lulusan dari Pascasarjana IAIN Bengkulu tahun 2019 ini berhasil menyandang status cumlaude dengan IPK 3,61. Sejak awal tahun 2019, Uci menjadi PAW Penyuluh Agama Islam Non PNS di Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah.

Uci juga aktif dalam berbagai organisasi, salah satunya Ketua PAC Muslimat NU Kec. Pondok Kubang Kab. Bengkulu Tengah. Selain itu juga aktif membimbing dan membina ROHIS serta Majelis Taklim di Bengkulu Tengah. Sejak tahun 2022, berinovasi dan aktif membimbing remaja usia sekolah, salah satunya di SMAN 1 Bengkulu Tengah dengan Pendekatan Rasional Emotif bagi generasi kecanduan gadget. Selain itu, Uci juga berkoordinasi dengan berbagai pihak Sekolah untuk membantu mengatasi kecanduan gadget tersebut.

Berdasarkan catatan Guru BK dan Kesiswaan ada beberapa siswa yang mengalami kecanduan gadget. Orang yang kecanduan gadget mungkin tidak menyadari bahwa dirinya sudah mengalami masalah kesehatan akibat terlalu sering menggunakan benda tersebut. Padahal, dampaknya tidak main-main. Kecanduan gadget bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan emosi, nyeri leher, sulit beraktivitas, kurang tidur, hingga penyakit tertentu. Bahkan bisa menyebabkan efek euforia yang sama dengan perilaku kecanduan lainnya, seperti berjudi atau melihat tontonan pornografi. Berdasarkan hasil penelitian para ahli , kecanduan gadget dapat mengubah zat kimia otak yang pada akhirnya memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan perilaku seseorang.

Setelah mengetahui dampak kecanduan gadget yang sangat serius tersebut perlunya diberikan treatment pendekatan rasional emotif yang mana mengubah pola pikir irasional menjadi rasional serta membantu individu-individu mengatasi problem-problem perilaku, emosi mereka untuk membawa mereka kekehidupan yang lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih terpenuhi. Treatment ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dan beberapa tahapan yang disesuaikan dengan kondisi siswa.

Inovasi yang dilakukan oleh Uci Saputri telah banyak membantu siswa disekolah untuk menggunakan gadget seperlunya saja dan tentunya dalam kegiatan positif dibuktikan dengan  testimoni dari para siswa, guru, dan adanya peningkatan nilai nilai religius dari siswa tersebut. Selain itu juga menghimbau dan mengajak dewan Guru khususunya guru BK untuk menggunakan pendekatan rasional emotif secara kontinu dan dengan penuh kesabaran dalam mengatasi siswa yang telah mengalami kecanduan gadget tersebut.
 


TERKAIT

Wilayah LAINNYA