Seluma (Humas) - Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) yang diadakan di Aula Kanwil Bengkulu pada Kamis (20/02) dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr.H.Muhammad Abdu,S.Pd.I,M.M berlangsung dengan sukses. Kegiatan ini dihadiri oleh 66 perwakilan penghulu dari berbagai Kabupaten/Kota se Provinsi Bengkulu, yang turut serta dalam rangka memperkuat organisasi, memperbaharui komitmen terhadap tugas dan fungsi penghulu, serta membahas isu-isu penting yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan juga pemilihan Ketua Apri Yang baru periode 2025-2029.
Dalam sambutan kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu berpesan kepada Ketua Apri yang baru dan Penghulu agar menjadi agen kebaikan di tengah-tengah masyarakat, sebagai organisasi profesi harus menjalin koordinasi, musyawarah dijalankan secara baik, nyaman, senang dan tujuan kita bukan hanya reorganisasi tapi bagaimana kedepannya kita seperti apa adanya.
Dalam acara pemilihan ketua Apri yang baru Kepala KUA Kecamatan Sukaraja H.D. Hamdan fauzi, S.Sos.I sebagai Presidium memimpin acara pemilihan ketua Apri wilayah.Sebagai Ketua terpilih Noprizon Naydi mengungkapkan pentingnya musyawarah ini sebagai ajang untuk saling bertukar pengalaman dan memperkokoh solidaritas antar penghulu di Provinsi Bengkulu. Sebagai penghulu, kita tidak hanya bertugas untuk mengesahkan pernikahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membina masyarakat dan menjaga keharmonisan sosial," ujarnya.
Kabag TU Kanwil Provinsi Bengkulu dan seluruh pejabat eselon III turut hadir dalam musyawarah wilayah APRI tersebut.
Hamdan fauzi mengatakan dalam musyawarah wilayah ini juga dibahas berbagai program kerja ke depan, diantaranya pelatihan peningkatan kapasitas penghulu, penguatan peran APRI dalam kebijakan pemerintah terkait pernikahan, dan peningkatan pelayanan publik di bidang keagamaan. Peserta muswil juga menyampaikan berbagai aspirasi dan tantangan yang dihadapi oleh penghulu dalam menjalankan tugas mereka di lapangan, seperti kurangnya fasilitas, pelatihan yang memadai, serta dukungan anggaran.
Sebagai organisasi yang memiliki peran penting dalam struktur sosial dan keagamaan, APRI berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dan pihak terkait untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang perkawinan dan administrasi keagamaan.
Dengan semangat baru dan berbagai program yang telah disusun, Muswil ini diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi kemajuan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,tutupnya. (Eka/JA)