Rejang Lebong – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM, memperkenalkan Kurikulum Cinta kepada para siswa sebagai pendekatan baru dalam pendidikan agama pada sabtu, (15/3). Kurikulum ini merupakan gagasan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan penghargaan terhadap keberagaman, pengajaran agama dengan cinta, serta pentingnya toleransi sejati untuk menghindari provokasi dan konflik sosial.
Dalam peluncuran program ini, Wawan menegaskan bahwa Kurikulum Cinta bertujuan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki hati yang penuh kasih sayang terhadap sesama. Ia menyampaikan bahwa madrasah harus menjadi tempat yang nyaman bagi siswa untuk memahami agama dengan cara yang damai dan inklusif.
“Setiap guru agama di MTsN 2 Rejang Lebong kami arahkan untuk mengajarkan nilai-nilai Islam dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ini bukan sekadar teori, tetapi harus menjadi praktik nyata dalam keseharian,” ujar Wawan Herianto dalam sambutannya.
Salah satu fokus utama Kurikulum Cinta adalah toleransi sejati, yaitu sikap menghargai perbedaan tanpa merasa terancam oleh keyakinan yang berbeda. Menurut Wawan Herianto, hal ini menjadi kunci utama dalam mencegah provokasi dan konflik sosial yang sering terjadi akibat kurangnya pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan.
Di bawah kurikulum ini, para guru didorong untuk menyampaikan ajaran agama dengan pendekatan yang menyejukkan, tanpa menyebarkan kebencian terhadap kelompok lain. Mereka juga diberikan pelatihan khusus untuk menerapkan metode pengajaran yang lebih dialogis dan persuasif dalam membentuk karakter siswa.
Lebih lanjut, Wawan menegaskan bahwa agama harus disebarkan dengan cara yang damai dan menenangkan, bukan dengan ujaran kebencian atau pemaksaan. Melalui Kurikulum Cinta, MTsN 2 Rejang Lebong ingin melahirkan generasi yang mampu menyampaikan nilai-nilai agama dengan penuh kelembutan, baik dalam lingkup madrasah maupun di masyarakat luas.
“Kami ingin siswa memahami bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, dalam berdakwah atau berbagi ilmu agama, kita harus melakukannya dengan cara yang santun, penuh cinta, dan tanpa kebencian,” tambahnya.
Diharapkan, jika nanti Kurikulum Cinta sudah resmi ditetapkan di MTsN 2 Rejang Lebong dapat membangun generasi yang berakhlak mulia, toleran, dan berwawasan luas. Dengan pendekatan ini, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter yang berlandaskan cinta dan kasih sayang.
Sebagai penutup, Wawan Herianto mengajak seluruh tenaga pendidik dan siswa untuk bersama-sama menjadikan madrasah sebagai tempat yang menyenangkan dan penuh kedamaian.
“Mari kita wujudkan madrasah yang penuh cinta, yang mampu melahirkan generasi yang mencintai agamanya tanpa harus membenci yang berbeda,” pungkasnya.
Dengan semangat ini, MTsN 2 Rejang Lebong terus berkomitmen dalam membangun pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berjiwa besar dalam menghargai perbedaan demi terciptanya harmoni dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
(April/Prada)