PASCA PENGALIHAN HAJI, PEMBERDAYAAN RUMAH IBADAH MASUK ASTA PROTAS KEMENAG | MENAG DORONG ASN KEMENAG KUASAI AI BERBASIS NILAI KEAGAMAAN | KEMENAG MEMBUKA PMBM YAKNI SELEKSI MADRASAH NEGERI DAN SWASTA (JALUR PRESTASI, REGULER, DAN AFIRMASI): MARET S.D JULI 2026

Search

Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Tahun 2026, Kemenag Siapkan Masjid Ramah Pemudik

Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Tahun 2026, Kemenag Siapkan Masjid Ramah Pemudik

Kegiatan Rakor Bersama Polres Lebong dan Pemkab Lebong

LEBONG (HUMAS) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong H. Arief Azizi, S.Ag., M.H. melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Malvinas RNBS, S.IP., M.Pd., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral tingkat Kabupaten Lebong dalam rangka Operasi Ketupat Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Command Center Polres Lebong pada Senin, (02/03).
 
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Bupati Lebong H. Azhari, S.H., M.H., unsur Forkopimda, Satpol PP, Kesbangpol, PUPRHub, BPBD, Dinas Kesehatan, Polres Lebong, serta tamu undangan lainnya.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pengamanan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026. Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna menjamin keamanan serta kelancaran arus mudik dan perayaan Lebaran.
 
“Kami telah menyiapkan personel dan strategi pengamanan yang optimal, termasuk pengaturan lalu lintas serta pengamanan tempat ibadah dan pusat keramaian dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor,” ujar Kapolres.
 
Dalam sambutannya, Bupati Lebong H. Azhari menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tertib.
 
Sementara itu, Malvinas RNBS mewakili Kementerian Agama Kabupaten Lebong menyatakan dukungan penuh terhadap kesiapan pengamanan Operasi Ketupat, khususnya dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H.
 
Ia menjelaskan, sejalan dengan program Kementerian Agama, sejumlah masjid di jalur mudik Curup–Lebong dan Bengkulu Utara–Lebong akan difungsikan sebagai tempat singgah bagi para pemudik. Masjid tersebut dapat dimanfaatkan untuk beribadah, beristirahat, maupun keperluan lainnya sebelum melanjutkan perjalanan.
 
Lebih lanjut, Kasi Bimas Islam menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah jalur mudik melalui penyuluh agama Islam dan penghulu agar turut menyosialisasikan kepada pengurus masjid untuk membuka layanan masjid selama 24 jam sebagai bagian dari program Masjid Ramah Pemudik.
 
“Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pemudik sekaligus membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan,” pungkasnya. (HR/WS)

Kategori: Kerjasama
Fotografer: Kontributor Lebong

Layanan WA
WA Kami