BENGKULU (HUMAS) -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., menghadiri acara pengukuhan kepengurusan Persekutuan Doa Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristiani di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Senin (2/3/2026).
Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Helmi Hasan, dan menjadi bagian dari program penetapan pelaksanaan Retreat Merah Putih. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional Provinsi Bengkulu, Sekda H. Herwan Antoni, M.Kes., Rektor UIN FAS Bengkulu Prof. Zulkarnain Dali, Ketua FKUB Provinsi Bengkulu Prof. H. Rohimin, M.Ag.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag didampingi Pembimas Kristen Mastiur Purba, S.Ag. menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan Persekutuan Doa ASN Kristiani di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, pembentukan kepengurusan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung terwujudnya visi pembangunan Provinsi Bengkulu yang maju, religius, sejahtera, dan berkelanjutan. Kakanwil juga menekankan pentingnya nilai-nilai spiritualitas dan kebersamaan dalam mendukung kinerja aparatur negara.
“Kehadiran Persekutuan Doa ASN Kristiani diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan rohani sekaligus mempererat kebersamaan antar ASN, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan produktif,” ujarnya.
Kegiatan pengukuhan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Karenanya, Kakanwil juga berharap melalui kegiatan ini akan lahir ASN Kristiani yang memiliki spiritualitas yang dewasa, menjunjung tinggi etika birokrasi dan menjadi teladan dalam disiplin dan kinerja serta mampu menjaga persatuan dan kerukunan antar umat beragama di provinsi Bengkulu.
"Mari kita jadikan Retreat merah putih untuk ASN Kristiani dan persekutuan doa ASN sebagai ruang untuk saling menguatkan bukan membedakan, sebagainya tempat membangun karakter bukan sekedar rutinitas kegiatan," demikian Kakanwil.