PASCA PENGALIHAN HAJI, PEMBERDAYAAN RUMAH IBADAH MASUK ASTA PROTAS KEMENAG | MENAG DORONG ASN KEMENAG KUASAI AI BERBASIS NILAI KEAGAMAAN | KEMENAG MEMBUKA PMBM YAKNI SELEKSI MADRASAH NEGERI DAN SWASTA (JALUR PRESTASI, REGULER, DAN AFIRMASI): MARET S.D JULI 2026

Search

Dorong Perubahan dari Akar Layanan, Kakanwil: ASN Harus Adaptif, Kompeten, dan Berdampak

Dorong Perubahan dari Akar Layanan, Kakanwil: ASN Harus Adaptif, Kompeten, dan Berdampak

Taba Penanjung (Humas) — Kementerian Agama tidak ingin sekadar terlihat bekerja, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Pesan tegas ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., saat memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kegiatan berlangsung di Kantor KUA Kecamatan Taba Penanjung, Minggu (1/3), dan diikuti oleh Kepala KUA, Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah, Penyuluh, serta Penghulu se-Kabupaten Bengkulu Tengah.

Turut mendampingi Kakanwil, Kabid Urusan Agama Islam H. Pahrizal, S.Sos., M.Si., Kabid Penais Zawa H. Arsan S. Ibrahim, M.H., serta Plt. Kepala Kemenag Bengkulu Tengah H. Mikratul Aswad, S.Ag., bersama jajaran Kasi Bimas Islam dan Kasi Pendidikan Islam.

Dalam arahannya, Saefudin menekankan bahwa silaturahim dan pembinaan bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum memastikan visi misi Kementerian Agama benar-benar dijalankan di lapangan.

“Silaturahim itu penting. Apapun visi dan misi Kementerian Agama bukan hanya sampai dan diketahui, tetapi harus diimplementasikan dengan baik,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Kementerian Agama memiliki delapan program prioritas (Astaprotas) untuk mendukung Astacita Presiden. Karena itu, menurutnya, seluruh jajaran tidak boleh berhenti pada tataran hafalan program.

“Pelaksanaannya harus tuntas, bukan hanya dihapal,” ujarnya.

Saefudin juga menyoroti percepatan transformasi digital yang kini menyentuh hampir seluruh layanan Kemenag. Ia meminta ASN segera beradaptasi dan meninggalkan pola kerja konvensional.

“Kita sudah masuk dalam transformasi digital. Pelayanan banyak yang terdigitalisasi. ASN harus punya kemampuan adaptasi, kita mulai meninggalkan pola manual dan konvensional,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kakanwil menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi SDM. ASN didorong aktif mengikuti pelatihan bahkan melanjutkan pendidikan formal ke jenjang lebih tinggi.

“ASN wajib meningkatkan kompetensi. Kalau masih S1, dorong lanjut S2 bahkan S3,” pesannya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa nilai dasar ASN BerAKHLAK harus benar-benar hidup dalam praktik pelayanan. ASN Kemenag dituntut mampu memberi layanan yang cepat, tepat, dan terukur.

“Kita mengabdi pada lembaga yang dipandang masyarakat seperti kertas putih. Satu titik kesalahan saja bisa menodai semuanya. Karena itu ASN harus hati-hati dalam bersikap dan bertindak, jaga nama baik Kementerian Agama,” pungkas Saefudin.

Pembinaan berlangsung lancar dan ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan jajaran Kemenag di Bengkulu Tengah.


Kategori: Pembinaan SDM
Fotografer: Endang Saputra

Layanan WA
WA Kami