Musabaqah Fahmil Kutubit Turats

Bengkulu (Hukmas) - Senin (20/06/2011) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu melaksanakan MUFAKAT (Musabaqah Fahmil Kutubit Turats) atau lebih dikenal dengan lomba membaca kitab kuning tingkat Provinsi Bengkulu. Pelaksanaan Mufakat ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu H. Taufiqurrahman, SH, MAP.
Hadir pada saat pembukaan Ketua Program Pasca Sarjana STAIN Bengkulu Prof. Dr. Rohimin, M.Ag, Pembina MUI Bengkulu KH. Daroini, Kepala Bidang Pekapontren Drs. H. Tasri, MA, Pejabat di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu serta Dewan Hakim dan para peserta.

Musabaqah Fahmil Kutubit Turats tingkat Provinsi Bengkulu ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan kualitas santri dalam mengkaji dan memahami Kitab Kuning serta dalam rangka menyeleksi peserta untuk ikut dalam lomba MUFAKAT IV tingkat Nasional di Lombok-Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jumlah peserta yang mengikuti Musabaqah Fahmil Kutubit Turats ini sebanyak 97 santri, tingkat ula 37 santri, tingkat wustha 41 santri dan ulya 19 santri. Ada satu Kabupaten dari 9 Kabupaten/Kota yang tidak mengirimkan utusan. Selain lomba membaca kitab kuning juga ada lomba debat dalam bahasa Arab dan Inggris. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 20 s/d 21 Juni 2011. Tema MUFAKAT kali ini melalui seleksi Musabaqah Fahmil Kutubit Turats Tingkat Provinsi kita tingkatkan prestasi kafilah Provinsi Bengkulu pada MUFAKAT IV tingkat Nasional di Mataram.

Dalam sambutannya Kakanwil mengharapkan agar para peserta dapat tampil semaksimal mungkin, sehingga nanti pada MUFAKAT IV Nasional bisa mengharumkan nama Bengkulu. Dan kepada dewan hakim diharapkan dapat menilai sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Sekarang ini telah banyak terjemahan dari kitab-kitab kuning, sehingga membuat orang malas untuk mempelajari, memahami dan mengkaji kitab kuning tambah Kakanwil. Mudah-mudahan dengan Musabaqah Fahmil Kutubit Turats Tingkat Provinsi ini dapat melahirkan generasi yang berkualitas dan ahli dalam membaca kitab kuning serta dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan :