Imam dan Khatib Ujung Tombak Pembinaan Agama

Bengkulu (Hukmas) - Bidang Penamas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu lakukan Orientasi Imam dan Khatib yang diselenggarakan dalam dua angkatan. Angkatan Pertama dilaksanakan Senin 18 s/d 20 April 2011 di Hotel Rafles City Kota Bengkulu dan dibuka dengan resmi oleh H. Taufiqurrahman, SH, MAP (Kakanwil). Dalam laporannya Ketua Panitia Drs. Zupiruddin menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, peranan dan fungsi Imam/Khatib dalam rangka pemakmuran Masjid. Peserta yang mengikuti Orientasi ini merupakan utusan dari 9 Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Imam dan Khatib dalam satu Masjid ada yang dirangkap jabatannya dan ada yang terpisah. Terkadang ada ditemui masjid yang bagus tetapi sarana untuk berwudhu dan tempat buang airnya rusak dan tidak berfungsi. Kebersihan Masjid kurang terjaga, tempat shalat berdebu dan tidak terawat. Karena itu Imam/khatib harus memperhatikan idarah (pengelolaan) dan riayah (pemeliharaan) masjid yang diurusnya ujar Kakanwil Dalam sambutannya.”

“Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam orientasi ini yaitu meningkatkan ukhuwah antar pengurus masjid dimana pengurus masjid dapat saling bertukar informasi, Imam/khatib dapat melakukan pengelolaan Masjid dengan baik dan benar, Memahami Alqur’an, menjaga kerukunan atas perbedaan masalah khilafiah, Mengetahui batas tugas dan wewenang masing-masing pengurus dan dapat meningkatkan hubungan yang dinamis baik antar sesama pengurus masjid ataupun pengurus masjid dengan jamaah, tambah H. Taufiqurrahman, SH, MAP.”

Dalam akhir sambutannya Kakanwil berharap “Kepala Kantor Urusan Agama setiap kecamatan dapat membina Imam dan Khatib agar mampu untuk meningkatkan kemakmuran masjid baik sarana ataupun kegiatan ibadahnya, baik ibadah mahdah atau ibadah sosial dan bersama-sama agar jamaah masjid gemar untuk melaksanakan shalat jamaah, serta membangkitkan kembali kegiatan maghrib mengaji sebagaimana dahulu dilaksanakan oleh orangtua dan anak-anaknya di rumah. Karena ini merupakan sebuah mutiara yang hilang dan harus dimunculkan kembali dan hal ini telah dicanangkan oleh Menteri Agama agar anak-anak mengisi waktu luangnya di rumah dengan mempelajari Al qur’an”

Bagikan :