MAN IC Benteng Berpacu ke Tahap Penilaian Pendahuluan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM 2022

MAN IC Benteng Berpacu ke Tahap Penilaian  Pendahuluan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM 2022

Bengkulu Tengah (Humas) —  Tahapan MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah menuju Zona Integritas  memasuki babak penilaian pendahuluan. Setelah dinyatakan sebagai satker yang lolos tahap 1 dan 2 verifikasi PMPZI oleh tim penilai zona integritas Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, rangkaian evaluasi dan penilaian MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah dilaksanakan pada, beberapa waktu yang lalu (Rabu, 26 Januari 2022).

Kegiatan evaluasi yang dilakukan secara daring bertempat di aula Gedung Perpustakaan Kampus MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah. Dalam kesempatan tersebut turut pula hadir Kepala TU MAN IC Bengkulu Tengah, Amron Kanedi SH, para wakil kepala madrasah, dan koordinator masing-masing komponen penilaian (Tim Pembangunan Zona Integritas MAN IC Bengkulu Tengah). Farizal dari Dirjen Pendis RI, bertindak selaku penilai memulai zoom meeting pada  pukul 13.00.

Sebelum dilakukan penilaian pendahuluan, kegiatan diawali dengan pembukaan,  presentasi Kepala MAN IC Bengkulu Tengah, Imam Ghozali, M.Pd, dan pengarahan penilai zona integritas yang menjelaskan bahwa penilaian pendahuluan pembangunan zona integritas merupakan penilaian awal terhadap pimpinan dan seluruh jajaran MAN IC Bengkulu Tengah dalam berkomitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Imam Ghozali dalam paparannya berharap tahun ini MAN IC Bengkulu Tengah bisa lolos ke tahap yang lebih lanjut untuk mewujudkan WBK dan WBBM dengan nilai yang memuaskan. Seluruh instrument yang belum berhasil tahun lalu sudah diperbaiki dan dilengkapi dengan baik oleh tim pembangunan zona integritas MAN IC Bengkulu Tengah dengan harapan dapat memenuhi target penilaian yang diharapkan.

 Komponen yang dinilai dalam penilaian zona integritas MAN IC Benteng adalah manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan hasil survey indeks kepuasan masyarakat dan indeks persepsi korupsi. Keenam zona tersebut telah diteliti seluruh evidennya dan secara langsung dikoreksi, diberi masukan dan pengarahan khusus untuk koordinator TIM Pembangunan ZI untuk  lebih baik.(HUMAS ICBT)

Bagikan :