Kakan Kemenag RL, Instruksikan Kamad Jadi Katalisator Moderasi Beragama

Kakan Kemenag RL, Instruksikan Kamad Jadi Katalisator Moderasi Beragama

Rejang Lebong (Humas) --- Bidang Pendidikan dan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu mengadakan Sosialisasi Juknis Penanaman dan Penguatan Karakter Moderat Siswa Madrasah serta Juknis Penulisan Blangko Ijazah di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Kamis, (20/5).

Kegiatan yang dibuka oleh Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Drs. H. Lapulangi, MM, ini diikuti oleh kepala madrasah baik negeri maupun swasta di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, H. Nopian Gustari, S.Pd.I., M.Pd.I.

Pada pertemuan tersebut, Nopian berharap peserta sosialisasi dapat mengikuti kegiatan secara proaktif dan pada akhirnya mampu menjadi katalisator gerakan moderasi beragama hingga sampai kepada siswa.

‘’Siswa madrasah harus punya ciri khas tersendiri, dapat memberikan warna tersendiri bagi siswa siswa. Karenannya, saya instruksikan kepala madrasah agar menjadi katalisator gerakan moderasi beragama hingga sampai kepada siswa,’’ ungkapnya.

Terkait penulisan blangko ijazah, Kabid Pendidikan Madrasah meminta kepala madrasah untuk menunjuk salah satu guru atau TU untuk menemukan teknis menulis blangko ijazah yang bersifat memudahkan pekerjaan serta meminimalisir kesalahan dalam penulisan ijazah.

Di kesempatan yang sama, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil kemenag Provinsi Bengkulu, Sapruni, S.Pd., M.Pd. memberikan materi sosialisasi. Dalam praktiknya, penanaman serta penguatan karakter moderat untuk siswa madrasah bisa dilaksanakan baik melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler maupun kegiatan diluar intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

“Yang jelas, Bapak dan Ibu jangan jadikan agenda ini sebagai beban. Hal yang terpenting yaitu bagaimana nilai-nilai moderasi tersebut bisa tersampaikan kepada anak-anak kita. Jangan jadikan agenda ini sebagai beban,” jelas Sapruni. (Lyanda)

Bagikan :