Pertemuan MUI, Ka. Kan Kemenag BU Ajak Bersinergi Dan Berdayakan Kembali Islamic Centre

Pertemuan MUI, Ka. Kan Kemenag BU Ajak Bersinergi Dan Berdayakan Kembali Islamic Centre

Bengkulu Utara (Humas) - “Kepada kita semuanya, khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkulu Utara (BU), mari kita bersinergi secara kelembagaan dengan Kementerian Agama (Kemenag) BU, sebab memang dari dulu kita telah saling bergabung. Mari kita teruskan kembali sesuai kapasitas kita masing-masing. Ini harapan saya,” tutur Ka.Kan Kemenag BU, Drs. H. Ajamalus, M.H, pada acara pertemuan yang diselenggarakan oleh MUI BU, bertempat di Aula Sakinah, Kantor Kemenag setempat.

Terkait dengan harapan untuk bersinergi itu, lanjut Ka.Kan Kemenag BU, “Tentunya kita telah menyimak setiap perkembangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Gejala-gejala potensi perpecahan akhir-akhir ini, sangatlah pesat, yang notabene adalah banyak umat Islam di dalamnya. Ini perlu diwaspadai, dan menghantui saya selaku Ka.Kan Kemenag BU, yang telah diberi amanah. Jangan sampai potensi-potensi perpecahan ini sampai tumbuh berkembang ditengah-tengah masyarakat, terutama dikalangan umat Islam!” tegasnya.

“Maka dari itu, tidaklah berlebihan saya berharap, MUI adalah sebagai payung dari semua Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam, punya komitmen yang tinggi, bahwa MUI adalah orang tua dari seluruh Ormas Islam, sebab pengurus MUI itu, semua permasalahan dan Ormas Islam ada di dalamnya. Dinamika inilah yang harus kita jaga, sehingga persatuan dan kesatuan kita sebagai umat Islam dapat terhindar dari perpecahan. Kita tetap harus berpegang teguh pada tali agama Allah !” tegasnya lagi.

Kemudian, Ka.Kan Kemenag BU, Drs. H. Ajamalus, MH, juga menyampaikan bahwa dirinya berusaha untuk tetap bersama umat Islam, terutama melalui wadah perekat, MUI BU, sebagai sumber untuk mencapai kemajuan.

“Mari kita bergandengan tangan melelaui perekat kita. Tidak ada manfaatnya jika kita bercerai berai, saling bermusuhan. Jangan sampai ada hal-hal kecil menjadikan kita berseberangan. Jadikan perbedaan sebagai sumber untuk kemajuan. MUI itu berat tugasnya, karena semua permasalahan ada di Pundaknya. Intinya, ini menjadi tanggung-jawab kita semua terhadap umat, selaku warisatul anbiya’ dalam menegakkan Kalimat Allah. Siapapun yang sudah bergabung di MUI, maka berarti sudah menjadi panutan. Semua gerak-gerik akan dilihat dan dinilai orang lain,”ujarnya.

Terakhir, Ka.Kan Kemenag BU, Drs. H. Ajamlus, MH, mengajak untuk kembali memikirkan pemberdayaan Islamic Centre BU, yang sudah lama pakum, dan berharap mengembalikan fungsinya sebagai tempat pemberdayaan umat. {Erfin Bastary}

Bagikan :